Anggota tim gabungan bentukan Polri terkait penanganan kasus Novel Baswedan, Hendardi saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Rabu 20 Juni 2019. (Foto: Antara/Benardy Ferdiansyah)

Hendardi: Pemeriksaan Novel Baswedan untuk Pendalaman

Hukum 20 June 2019 12:09 WIB

Hendardi, anggota tim gabungan bentukan Polri untuk kasus Novel Baswedan menyatakan pemeriksaan terhadap penyidik KPK tersebut sebagai saksi di gedung KPK, Jakarta, Kamis untuk pendalaman.

"Kelanjutan saja dari materi yang lalu. Dia (Novel) kan sudah pernah diperiksa di Singapura oleh penyidik. Jadi (pemeriksaan hari ini) untuk pendalaman," kata Hendardi saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Diketahui, KPK pada Kamis ini memfasilitasi penyidik Polda Metro Jaya yang akan didampingi oleh tim asistensi ahli atau tim gabungan yang sudah dibentuk oleh Kapolri untuk memeriksa Novel Baswedan sebagai saksi.

"Pemeriksaan biasa, setelah dia diperiksa di Singapura, kami kan juga periksa yang lain-lain. Kami lakukan pendalaman lagi," kata Hendardi yang juga Ketua Setara Institute itu.

Soal perkembangan kasus Novel yang sedang ditangani oleh tim gabungan, Hendardi belum bisa menjelaskannya lebih lanjut. Ia hanya menyatakan bahwa tim gabungan saat ini masih bekerja karena diberi waktu enam bulan.

"Jadi, itu sedang bekerja diberi waktu enam bulan dari Januari sampai Juli. Nanti kalau selesai nanti kami akan 'launching', nanti akan kami sampaikan dulu ke Kapolri. Kapolri yang menentukan," kata Hendardi.

Sebelumnya, dalam surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019, kepolisian dalam tim gabungan bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kekerasan yang terjadi kepada Novel Baswedan.

Surat tugas tersebut berlaku selama enam bulan mulai 8 Januari 2019 sampai 7 Juli 2019.

Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Hari ini tepat 800 hari pasca penyerangan terhadap Novel.

Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Jun 2020 16:49 WIB

2.000 Pegawai dan Pimpinan KPK Dites Rapid

Nasional

Pimpinan dan pegawai KPK dires rapid, di Aula Gedung KPK.

04 Jun 2020 12:50 WIB

Lantik 98 Pejabat, Menteri PUPR Minta Tak Ada Korupsi

PUPR

Kementerian PUPR lantik 98 pejabat baru.

02 Jun 2020 05:45 WIB

Buronan KPK Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantu Ditangkap

Korupsi

Eks Sekretaris MA dan menantunya ditangkap KPK di Jakarta Selatan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...