Ilustrasi ular kobra. (Foto: Istimewa)

Heboh Ular Kobra, Ini Jenis Ular Kobra di Indonesia

Pojok Unibraw 25 December 2019 21:59 WIB

Pakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya (UB), Nia Kurniawan mengatakan, terdapat dua spesies ular kobra di Indonesia. Yakni Naja Sumatrana dan Naja Sputatrix. Naja Sumatrana tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan Naja Sputatrix habitat utamanya berada di Pulau Jawa.

“Yang paling terkenal ada dua, yaitu Naja Sumatrana dan Naja Sputatrix. Naja Sumatrana itu ada di Sumatera dan Kalimantan, kalau di Jawa jarang. Naja Sputatrix ada di Jawa,” ungkapnya, pada Selasa 24 Desember 2019.

Pria yang akrab disapa Wawan itu mengatakan, karakter ular kobra Naja Sputatrix lebih kecil. Kepingan otot yang ada di kepalanya tidak akan keluar jika tidak sedang berdiri.

“Naja Sputatrix lebih kecil. Naja yang paling kecil. Kembangan pipih di kepalanya tidak terlalu lebar. Terus kalau dia tidak berdiri itu kepala pipihnya tidak keluar. Kecuali kalau kepalanya ke atas siap menyerang baru keluar bentuk pipihnya,” jelasnya.

Wawan mengatakan, warna kulit ular kobra di Jawa beragam. Ada yang hitam, cokelat, kuning, silver dan abu-abu. Warna kulit ular kobra itu bergantung pada evolusi ular tersebut dengan lingkungannya.

“Sepengetahuan saya, ular kobra dari Wonosobo sampai Banten warnanya hitam. Kalau Wonosobo ke arah timur lebih bervariasi. Hitam, cokelat, kuning, silver dan abu-abu. Itu yang pernah kita temui. Dan secara genetik sama, kita sudak cek DNA-nya,” terangnya.

Meski DNA-nya sudah dipastikan sama, jenis bisa yang dikeluarkan belum tentu sama. Saat ini, pihaknya masih sedang meneliti kandungan bisa yang ada di ular-ular tersebut.

“Itu yang sedang saya teliti. Tapi relatif sama, kalau dibuat statistik itu tidak ada bedanya,” ungkapnya.

Seperti diberitakan ngopibareng.id sebelumnya, Wawan juga memberikan tips jika masyarakat menjumpai ular kobra agar jangan panik, supaya tidak memancing reaksi dari reptil tersebut.

“Kalau ketemu ular kobra jangan panik. Karena bisa memancing reaksi dari ulat tersebut," ujarnya pada Senin 23 Desember 2019.

Pria yang akrab disapa Wawan itu mengimbau supaya ular kobra tidak dibuat mainan. Sebab, ular kobra memiliki kemampuan untuk menyemburkan racunnya. Menurutnya, ular kobra akan menyemburkan bisanya jika dalam kondisi terdesak.

“Dalam kondisi terdesak. Atau ketika ada orang reflek. Mereka menyemburkan racunnya,” jelasnya.

Wawan mengatakan, ular kobra buka tipe ular yang menyerang. Jika tidak sedang merasa bahaya, ular itu akan menghindar. Karena itu, jika mendapati ular kobra sebaiknya diusir.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 16:39 WIB

Plus Minus Jasa Penyeberangan Banyuwangi-Lembar Versi Sopir

Perhubungan

Plus Minus Jasa Penyeberangan Banyuwangi-Lembar Versi Sopir

18 Sep 2020 16:28 WIB

Seniman dan Budayawan Apresiasi Pengembang Seni dan Budaya Lokal

Seni dan Budaya

Komunitas seniman dan budayawan apresiasi kinerja Pemkab Banyuwangi.

18 Sep 2020 16:27 WIB

Presiden: GP Ansor Mampu Jadi Perekat

Nasional

GP Ansor jadi perekat di tengah keberagaman, kata Presiden Jokowi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...