Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat taklimat media yang diadakan di Jakarta, Jumat 5 April 2019. (Foto: Antara/Dewanto Samodro)

Hebat Hanya BMKG Indonesia yang Prediksi Tsunami Palu

Nasional 05 April 2019 16:08 WIB

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hanya Indonesia yang mengeluarkan peringatan dini tsunami beberapa saat setelah terjadi gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

"BMKG besar lain yang ada di Jepang dan Hawaii tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hanya Indonesia diikuti Australia dan India yang merupakan mitra BMKG Indonesia," kata Dwikorita dalam taklimat media yang diadakan di Jakarta, Jumat.

Dwikorita mengatakan BMKG di Jepang dan Hawaii tidak mendeteksi kemungkinan terjadinya tsunami karena keunikan tsunami Palu sehingga analisis kegempaan mereka tidak mendeteksi kemungkinan tsunami.

Menurut Dwikorita, BMKG di seluruh dunia menggunakan sistem yang sama, yaitu tsunami dipicu oleh gempa bumi. Gempa di Palu terjadi akibat patahan bumi yang bergeser, tetapi kekuatannya dinilai tidak cukup kuat untuk membangkitkan tsunami.

"Lokasi gempa di pantai juga dianalisis tidak cukup kuat membangkitkan tsunami. Ternyata, tsunami Palu terjadi akibat longsor bawah laut dan likuifaksi," tuturnya.

Dwikorita mengatakan tsunami Palu merupakan tsunami jarak dekat dan menerjang dalam waktu yang relatif singkat sehingga menelan banyak korban.

"Seluruh dunia, termasuk Indonesia, belum memiliki kesiapan teknologi untuk menganalisis tsunami seperti itu. Tsunami Palu merupakan peristiwa langka bagi seluruh dunia," katanya.

Menurut survei yang dilakukan BMKG di Palu, tsunami di Palu dan sekitarnya terjadi hanya dua menit setelah gempa. Yang pertama mengalami tsunami adalah Kabupaten Donggala yang berada dekat dengan pusat longsor bawah laut.

"Seandainya BMKG Jepang saat itu mengeluarkan peringatan dini tsunami, prosesnya paling cepat tiga menit setelah gempa. BMKG memproses peringatan dini tiga menit hingga lima menit setelah gempa," jelasnya.

Dwikorita mengatakan perkiraan dan peringatan dini tsunami saat ini dilakukan menggunakan superkomputer dan kecerdasan buatan yang kemudian diverifikasi kembali oleh manusia.

"Dalam sebuah diskusi di Singapura, saya menantang superkomputer terkuat yang dimiliki Amerika Serikat untuk mengeluarkan peringatan dini tsunami hanya dalam waktu satu menit. Mereka juga angkat tangan," katanya.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Sep 2020 09:56 WIB

Hoaks, Video Banjir Bandang Sukabumi

ngopiNEWS

Beredar video banjir bandang Sukabumi ternyata hoaks.

11 Aug 2020 08:47 WIB

Penyebab Awan Tsunami Muncul di Meulaboh Aceh

Warta Bumi

Awan berbentuk gelombang Tsunami muncul di Meulaboh Aceh.

02 Aug 2020 02:50 WIB

Kontroversi Rambut Pirang Pasha Ungu, Berakhir Cukur Gundul

Gosip Artis

Wakil Walikota Palu Pasha Ungu gunduli rambut pirangnya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...