Hattrick! Tiga Kali Dewi Perssik Ditipu Asisten

22 Jun 2018 12:38

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Usai berdamai dengan suami, Angga Wijaya, pedangdut Dewi Perssik kembali mendapat cobaan. Kali ini wanita yang akrab disapa Depe itu dibuat geram oleh tingkah sang asisten pribadi yang bernama, Wulan.

Kekesalan Depe terlihat dari video singkat di Insta Story, @dewiperssikreal, yang memperlihatkan sebuah Kartu Identitas (KTP) milik Wulan.

Insta story ini bukan editan, ini asli. Nggak ada editannya. Aku tunggu kamu di rumah, di keluarga aku, aku tunggu kamu ya. Kalau kamu mau clear masalahnya, kalau nggak yan terserah kamu,” kata Depe, Kamis, 21 Juni 2018. 

Wanita 32 tahun itu menyinggung kelakuan Wulan yang ternyata telah menghilangkan banyak barang miliknya untuk keperluan syuting.

“Barang-barang, cream perawatan aku banyak yang hilang. Baju-baju syuting, kaos-kaos itu pada hilang,” kata Depe.

Yang membuat artis kelahiran 18 Desember 1985 ini makin naik darah, sang asisten sendirilah yang mengadu domba dirinya dengan keluarga.

“Terus bikin omongan aku dengan kakakku yang enggak-enggak, biar kami berantem,” kata si pemilik Goyang Gergaji itu.

Lantas tak adalah niat Depe menghubungi langsung sang asisten? “Sudah aku telepon. Malahan katanya sakit. Lucunya orangtuanya dia juga enggak mau ketemu sama orangtuaku. Pas aku lihat insta story nya dia lagi jalan sama pacarnya. Aku lagi nunggu itikad baik dari dia,” tutur Depe.

Dewi Perssik curhat di Insta Story miliknya, @dewiperssikreal tentang asistennya bernama Wulan, yang kemudian diunggah ulang akun gosip @lamiscorner.

Masalah Depe dengan asisten atau manajernya bukan kalai ini saja terjadi. Sebelumnya, mantan asisten Depe bernama Molly juga pernah membawa kabur uang jutaan rupiah milik bintang film Tali Pocong Perawan tersebut.

Tidak itu saja, pada 2008, Depe juga sempat berperkara di pengadilan dengan mantan asistennya bernama Asep. Saat itu, mantan istri Saipul Jamil itu menuduh Asep telah membawa kaburnya uang ratusan juta rupiah. Kasus tersebut pun sampai berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.