Ahmad Syafii Maarif saat menyampaikan pesannya. (Foto: dok ngopibareng.id)

Hati Nurani Harus Dimenangkan, Ini Pesan Buya Syafii

Khazanah 18 April 2019 05:11 WIB

Agama apa pun hadir untuk membangun peradaban, bukan sebaliknya yang membangun kebiadaban. Untuk membangun peradaban, penganut agama sudah seharusnya menggunakan akal yang sehat dan hati yang bersih.

"Menurut saya, akal sehat, hati nurani harus dimenangkan (agar peradaban terbangun)," kata Buya Syafi’i Ma’arif.

Sehingga menurut pria yang karib disapa Buya ini, adanya pemilihan umum termasuk pemilihan presiden jangan sampai membuat persaudaraan menjadi pecah. Menurutnya, jika hanya karena pemilu lalu persaudaraan pecah, maka akan merendahkan martabat manusia.

"Itu namanya merendahkan martabat kita sebagai manusia," jelasnya.

Baginya, pemilu merupakan hal yang biasa, apalagi di dalam suatu negara yang menganut sistem demokrasi seperti di Indonesia. Sekali pun demokrasi di Indonesia hingga kini belum mampu membuat masyarakat sejahtera, namun dalam penilaiannya, demokrasi mulai berjalan baik.

"Tapi menurut saya, (demokrasi) kita sudah on the right track," ucapnya.

Untuk itu ia meminta agar semua pihak bersama-sama menjaga Indonesia agar terus bertahan. "Saya berharap Indonesia akan bertahan sampai sehari sebelum kiamat," katanya.

Sebelumnya, bersama sejumlah tokoh Indonesia, Syafii Maarif hadir pada acara Forum Titik Temu di Hotel Rizt Carlton Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 10 April 2019 lalu.(adi)

"Menurut saya, akal sehat, hati nurani harus dimenangkan (agar peradaban terbangun)," kata Buya Syafi’i Ma’arif.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jun 2020 05:51 WIB

Pinang Dibelah, Perpecahan Anak Lee Kuan Yew

Dahlan Iskan

Anak Lee Kuan Yew pecah. Si bungsu masuk partai oposisi. Ada apa?

15 Jun 2020 08:48 WIB

MUI Ambil Langkah Demokratis Kawal Pembahasan RUU HIP

Khazanah

Kontroversi RUU Haluan Ideologi Pancasila

10 Jun 2020 06:45 WIB

Tiba Tiba Pemilu

Dahlan Iskan

Masih di tengah pandemi Covid, Singapura menggelar pemilu? Mengapa?

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...