Hasto: Waspadai Penumpang Gelap di Gerbong Prabowo-Sandi

Ngopibareng.id Politik 11 April 2019 10:43 WIB

Bukan Amien Rais jika tidak membuat kejutan. Begitu juga dalam kampanye calon presiden (capres) Prabowo Subianto, di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu kemarin, 10 April 2019.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan dalam darah Prabowo mengalir DNA (deoxyribonucleic aci) para pendiri Republik Indonesia.

"Dalam darah Prabowo mengalir tiga DNA yang hebat-hebat: Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo," kata Amien.

Klaim sepihak itu, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, luntur seketika melihat bagaimana tampilan pribadi Prabowo yang semakin temperamental, terjebak pada memori berbagai persoalan lama, dan watak kampanye jauh dari politik kebaikan.

"Kita tahu begitu banyak fitnah dan hoaks yang mereka lemparkan, sampai KPU pun meminta mengusut tuntas hoaks atas hasil perolehan suara LN (luar negeri) yang dikampanyekan melalui jejaring tim Prabowo-Sandi. Ketika jumlah massa yang di GBK dengan kapasitas maks 170 ribu pun diklaim lebih dari 1 juta, maka kita bisa paham, katakter pemimpin manipulatif tersebut justru akan direspon negatif oleh rakyat," ujar Hasto.

Hasto juga menyinggung klaim kemenangan kubu Prabowo-Sandi oleh Precision Public Policy Polling (PPPP). Lembaga survei ini tidak terdeteksi di Google. "Apa yang ditampilkan sebagai komunikasi politik tim Prabowo-Sandi adalah manifestasi psikologis cermin kepanikan dan ketidakmampuannya mengatasi penumpang  gelap, dimana publik paham bahwa di belakang Prabowo-Sandi tersembunyi agenda terselubung akibat adanya  dukungan simpatisan ISIS dan dukungan dari mereka yang dari segi pemikiran politik berbeda dengan  Pancasila sebagai jiwa dan karakter bangsa.

Di Suriah, ISIS juga jago dalam hal manipulasi itu. Karena itulah PDI Perjuangan bersama Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo dan parpol KIK lainnya terus merapatkan barisan bersama seluruh komponen masyarakat dan relawan, untuk terus mengawal politik kebenaran, politik putih adalah kita," tutur Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Nov 2020 17:10 WIB

Tolak Jadi Ketua Pemenangan, Whisnu: Panglimanya Risma dan Awi

Pilkada

Menurutnya, dirinya akan mengurusi internal

16 Nov 2020 16:30 WIB

Bantah Sekjen PDIP, Anak Pak Tjip: Saya Masih Ber-KTA PDIP

Politik

Bahkan tanggal pembaruan penerbitan terakhir pada 2017 lalu

16 Nov 2020 15:36 WIB

Ancam Pecat Kader Mbelot di Pilwali, Hasto: Seno Tak Ber-KTA

Pilkada

Menurutnya, gerakan Seno tak pengaruhi internal PDI Perjuangan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...