Momentum ketika Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Surya Paloh. (Foto: Capture KompasTV)

Hasto Beberkan Hubungan Mega dan Surya

Politik 03 October 2019 10:51 WIB

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah anggapan renggangnya hubungan antara Ketua Umum partainya, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Menurut Hasto, hubungan antara Mega dan Surya selama ini baik-baik saja. "Bu Mega dan Bang Surya beberapa hari lalu di Istana Bogor juga diskusi intens. Jadi hubungannya baik-baik saja. Hanya saat ini perkembangan media sosial dan online ada kecenderungan menguatnya politik drama di Indonesia," kata Hasto, dalam keterangan tertulis yang diterima ngopibareng.id, Kamis, 3 November 2019.

Menurut Hasto, isu renggangnya hubungan Mega dan Surya penuh dengan bumbu politik. Parpol anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) juga tidak menanggapi serius isu ini.

"Hal seperti ini biasanya membuat para Sekjen Koalisi Indonesia Kerja sering tertawa bersama mencermati berbagai pemberitaan tersebut," ujarnya.

Hasto memastikan, tidak hanya dengan Surya Paloh, hubungan antara Mega dan para ketua umum partai politik anggota KIK juga berjalan baik. Hubungan Mega dengan para pimpinan partai lain juga berjalan akrab.

"PDIP menjalankan tradisi orang timur, tradisi bersilaturahmi dan berdialog. Saya menjadi saksi bagaimana hubungan antar pemimpin ini berjalan baik," kata dia.

Bagi PDI Perjuangan, politik itu substantif dan berkeadaban bukan penuh drama apalagi sinetron.

Momentum saling menghindar antara Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh terekam saat pelantikan anggota DPR/MPR di kompleks Parlemen, Selasa 1 Oktober 2019.

Sekadar diketahui, momentum saling menghindar antara Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh terekam saat pelantikan anggota DPR/MPR di kompleks Parlemen, Selasa 1 Oktober 2019.

Momentum yang terekam dalam live siaran Kompas TV inipun kini viral di media sosial. Beragam spekulasi menyebut kerenggangan dua tokoh pendukung Jokowi ini.

Dalam potongan video dari live Kompas TV, tampak Megawati disorot kamera berjalan di panggung VIP. Saat itu, beberapa tamu VIP yang mengetahui kedatangan Megawati langsung menyalami sambil membungkukkan badan menghormat.

Beberapa politikus yang menghormat di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Saat itu, AHY menghormat dengan cara menempelkan tangan ke dada. Usai melewati AHY, Mega lantas bersalaman dengan politikus Golkar Rizal Mallarangeng.

Mengetahui Rizal menyalami, AHY sebenarnya berusaha meraih tangan Mega, namun diacuhkan oleh Mega.

Usai Mega menyalami Rizal. Saat itu di samping Rizal, Surya Paloh yang duduk tampak langsung berdiri. Namun Mega tiba-tiba menoleh ke kiri menatap sesuatu dan melewati Surya Paloh yang ada di sisi kanannya.

Surya Paloh yang sempat berdiri lantas kembali duduk. Megawati saat itu kemudian menyalami Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin lalu Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa.

Peristiwa dinginnya Mega dan Paloh seolah menjawab isu keretakkan anggota Koamisi Indonesia Kerja paska pertemuan yang diinisiasi Paloh pada 22 Juli 2019 silam.

Saat itu, Paloh mengumpulkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto; juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar; serta Plt Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa di kantor DPP NasDem Godangdia, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, tidak tampak perwakilan dari PDI Perjuangan. Megawati sebagai ketua umum juga tak hadir. Saat itu, dikabarkan Mega sedang di luar kota dan fokus untuk menyiapkan kongres PDI Perjuangan.

Isu renggangnya antara Mega dan Paloh makin berhembus ketika Mega bertemu dengan Prabowo Subianto di kediaman Teuku Umar, Menteng pada 24 Juli 2019. Di saat yang sama, Paloh malah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Menteng.

Perseteruan dua orang ini juga sempat dijadikan puisi oleh Bambang Soesatyo. "Walau antara Teuku Umar dan Gondangdia, Tak sepanjang Anyer dan Jakarta. Walau ada dua pertemuan berbeda, Semoga tak memisahkan para pemimpin Kita".

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 15:35 WIB

Permintaan Jokowi Turunkan Kurva Tak Terpenuhi, Ini Kata Khofifah

Jawa Timur

Khofifah menjelasan mengapa kurva covid-19 di Jawa Timur tak turun.

09 Jul 2020 15:20 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Operasi Patuh Masker

Surabaya

Bagi warga yang tidak pakai masker akan disanksi penyitaan KTP.

09 Jul 2020 15:10 WIB

Driver Protect, Ojol Surabaya yang Berprotokol Kesehatan Covid-19

Feature

Driver protect hanya menjemput di zona merah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...