Harimau Sumatra. (Foto: istimewa)

Harimau SumatraTerjerat Kawat Jenis Harimau Gambut

Nusantara 31 March 2019 07:54 WIB

Harimau Sumatra yang terjerat kawat baja beberapa waktu lalu ternyata hanya mau minum air khusus, yakni air gambut yang diambil dari Kabupaten Pelalawan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono di Pekanbaru mengatakan awalnya harimau yang diberi nama Inung Rio diberi air jernih biasa namun ternyata tidak disukai.

"Setelah kami berikan air gambut yang jernih, harimau itu langsung minum dan berendam. Mungkin dia sudah akrab dengan aromanya," kata Suharyono.

Dia mengatakan harimau Sumatra yang hidup di kawasan hutan gambut berbeda dengan macan yang hidup di pegunungan.

Menurutnya, warna dan ukuran harimau yang hidup di kawasan hutan bergambut berukuran lebih besar dan warnanya agak gelap dibanding harimau yang hidup di pegunungan.

Saat ini tim BKSDA rutin mengambil air gambut dari Kabupaten Pelalawan yang merupakan daerah terdekat dengan lokasi Inung Rio.

Selain itu, harimau Sumatra yang dievakuasi dari kawasan hutan restorasi ekosistem di Provinsi Riau akibat terjerat kawat baja ternyata mengalami luka-luka parah dan juga mengidap tumor.

"Diagnosa sementara saat ini adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh luka terbuka di kaki kiri, dan infeksi organ hepatika atau hati akan dilakukan diagnostik lanjutan untuk memperkuat diagnosa sementara,” kata Suharyono.

Sebelumnya, harimau Sumatra terjerat di kawasan restorasi ekosistem Riau (RER) yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, pada pekan lalu.

Untuk mengevakuasi harimau nahas dari lokasi terjerat tersebut membutuhkan waktu selama 22 jam yang harus ditempuh menggunakan perahu kecil dan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan darat.

Harimau jantan yang diperkirakan berusia 3-4 tahun itu terluka parah di kaki depan bagian kirinya. Saat ini kondisi harimau sudah mulai membaik dan diharapkan terus membaik. (ant)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Nov 2019 08:16 WIB

Rampas HP Juga Pelihara Satwa Dilindungi

Kriminalitas

BBKSDA Jatim sebut Elang Bondol merupakan satwa dilindungi jenis liar

31 Jul 2019 14:13 WIB

Tiga Bayi Harimau Sumatera Lahir di Lamongan

Jawa Timur

Untuk sementara, tiga bayi harimau ini masih dalam pengawasan ketat

14 Jul 2019 14:10 WIB

BBKSDA Jatim Lepasliarkan Enam Komodo Kasus Perdagangan Ilegal

Jawa Timur

Enam ekor komodo dilepasliarkan di Pulau Ontoloe, Flores Utara.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.