Presiden Joko Widodo pada upacara peringatan Hari Pramuka secara virtual di Istana Negara. (foto: Setpres)

Hari Pramuka, Para Pandu Diminta Buat Dua Gerakan Nasional

Nasional 12 August 2020 19:10 WIB

Jiwa dan karakter generasi tangguh Pramuka Indonesia yang disiplin dalam bertindak, tidak gentar menghadapi rintangan, selalu peduli dan siap berkorban untuk sesama sangat tepat direfleksikan dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Pramuka juga diminta membuat dua gerakan nasional.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam amanatnya di upacara Peringatan Hari Pramuka ke-59 Tahun 2020. Acara ini digelar melalui konferensi video dari Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2020 dengan mengangkat tema "Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu Dalam Menanggulangi Bencana Covid-19 dan Bela Negara".

"Di era pandemi Covid-19 yang berat sekarang ini jiwa dan karakter seperti itulah yang kita butuhkan. Kita disiplin mengikuti protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama disiplin melaksanakannya," ujarnya.

Selain karakter disiplin sebagaimana yang disebut Presiden, karakter dan jiwa peduli terhadap sekitar serta sadar akan kepentingan bersama juga dibutuhkan dalam situasi pandemi yang menimbulkan dampak kesehatan serta ekonomi yang juga dialami sebagian besar negara di dunia.

Kepala Negara meyakini, apabila kedisiplinan dan kepedulian tersebut dapat terus dijalankan, upaya pengendalian penyebaran Covid-19 akan jauh lebih mudah dilaksanakan sekaligus mengurangi dampak-dampak lain yang ditimbulkannya. "Oleh karena itu, saya minta kepada saudara-saudara untuk membuat dua gerakan nasional," ucap Presiden kepada Gerakan Pramuka Indonesia.

Gerakan pertama ialah gerakan kedisiplinan nasional di mana seluruh anggota Pramuka Indonesia dapat turut serta mengajak semua anggota masyarakat untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan. Sementara yang kedua, yakni gerakan kepedulian nasional yang mengajak masyarakat untuk saling membantu, peduli, dan saling berbagi.

"Dua gerakan ini bukan hanya untuk membantu penanganan masalah nasional akibat pandemi, tetapi juga akan semakin mengasah jiwa dan karakter kepemimpinan saudara-saudara dalam memperdalam jiwa pramuka sejati sebagaimana tertuang dalam Dwidarma, Trisatya, dan Dasadarma Pramuka," tuturnya.

Lebih jauh Jokowi juga meminta seluruh anggota Gerakan Pramuka Indonesia untuk giat belajar, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, merawat kebinekaan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjadi penjaga Pancasila sejati. Menurutnya, tantangan demi tantangan ke depan yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka Indonesia, juga Bangsa Indonesia, akan semakin berat dan kompleks.

"Penyelesaian masalah kesehatan membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyelesaian masalah perekonomian juga membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karakter disiplin dan peduli yang saudara-saudara miliki akan semakin bermakna jika didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.

Untuk diketahui, penyelenggaraan upacara Peringatan Hari Pramuka pada tahun ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan melalui konferensi video. Upacara peringatan secara daring tersebut diikuti oleh jajaran pengurus Kwartir Nasional yang mengikuti jalannya prosesi upacara dari Gedung Pandansari, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.

Selain itu, 34 kelompok peserta Kwartir Daerah, 11 kelompok pimpinan Satuan Karya Pramuka tingkat nasional, 3 kelompok Satuan Komunitas Pramuka tingkat nasional, 66 kelompok mitra Kwartir Nasional, 200 kelompok peserta Kwartir Cabang, hingga 11 kelompok Gugus Depan Luar Negeri , juga mengikuti jalannya upacara dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mendampingi Presiden dalam acara tersebut ialah Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 23:23 WIB

Santri Kembali ke Ponpes, Pemkot Surabaya Gelar Tes Swab

Surabaya

Swab test dilakukan di tiga ponpes di Surabaya.

26 Sep 2020 23:04 WIB

Rossi Resmi Pindah ke Tim Satelit Petronas Yamaha

MotoGP

Rossi bertukar dengan pembalap Fabio Quartararo.

26 Sep 2020 22:51 WIB

Wapres Harap Lulusan STIF Syentra Jadi Cendekiawan Muslim Moderat

Pendidikan

Wapres minta lulusan STIF Syentra jadi cendekiawan muslim yang moderat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...