Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Maaruf Amin meninjau kesiapan satuan pendidikan di Kota Sukabumi yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka pasca-Covid-19.(Dok. Disdik Jabar)

Hari Ketiga, Dispendik Surabaya Sudah Lakukan Simulasi di 12 SMP

05 Aug 2020 20:19

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dispendik Surabaya Sudarminto mengatakan, sejak Senin, 3 Agustus 2020 lalu sudah ada 12 SMP di Surabaya yang melakukan simulasi.

"Sampai hari ini Rabu, 5 Agustus 2020 sudah ada 12 SMP yang melakukan simulasi sekolah tatap muka," ungkap Sudarminto.

Pada hari ketiga simulasi hari ini, sudah dilakukan simulasi di lima SMP. Yakni dua sekolah SMP negeri dan tiga SMP swasta. Kata Sudarminto, simulasi di lima sekolah tersebut terbilang berjalan lancar.

Adapun lima sekolah tersebut adalah SMP Negeri 12, SMP Santa Maria, SMP Negeri 10, SMP Giki dan SMP Al Hikmah.

"Kalau untuk kemarin hari Selasa, 4 Agustus 2020. Simulasi dilakukan di SMP YBPK 1, SMP 17 Agustus 1945, SMPN 19 dan SMPN 62. Sedangkan hari pertama simulasi dilakukan di dua SMP, yakni SMPN 15 dan SMPN 3," paparnya.

Dalam simulasi ini, Sudarminto menegaskan tak melibatkan siswa sama sekali. Sehingga peran murid digantikan oleh para guru.

"Jadi simulasi tanpa ada peserta didik, yang menjadi peserta didik adalah guru," ucapnya.

Tambahnya, simulasi ini dilakukan sebagai pematangan rencana akan dibukanya kembali sekolah SMP di Surabaya. Meskipun hingga saat ini belum ada tanggal pasti kapan sekolah SMP tersebut akan dibuka kembali.