Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar (kiri). (Foto: Istimewa)

Hari Kanker Sedunia, Setiap Menit 17 Orang Meninggal

Nasional 04 February 2020 08:55 WIB

Memperingati Hari Kanker Sedunia, pada Selasa 4 Februari 2020, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kembali menyerukan kepada masyarakat mengenai pentingnya melakukan deteksi dini kanker.

Menurut Ketua YKPI Linda Agum Gumelar, selama ini kerap dijumpai pasien kanker baru memeriksakan diri setelah berada di stadium lanjut. Akibatnya, risiko kesembuhan menjadi lebih rendah.

"Jika pasien kanker payudara ditemukan pada stadium awal, maka angka harapan hidup (kualitas hidup) pasien akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pasien yang terdiagnosa sudah pada stadium lanjut," kata Linda di Jakarta, Selasa 4 Februari 2020.

Linda mengutip laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa saat ini setiap menit terdapat 17 orang meninggal dunia karena kanker.

Faktor risikonya pun beraneka ragam, mulai dari aktivitas merokok, jarang berolahraga, obesitas, kecanduan alkohol, infeksi, polusi lingkungan, paparan zat karsinogen, dan radiasi.

"Karena itu tema 'I Am and I Will' selaras dengan komitmen setiap individu untuk bertindak dalam menghadapi ancaman kanker di dunia," tegas Linda.

Dia lalu menambahkan, pencegahan kanker dengan melakukan deteksi dini juga merupakan bagian dari visi YKPI 'Indonesia Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut Tahun 2030', yang diwujudkan melalui lima program kerja.

Beberapa cara deteksi dini antara lain dengan melakukan periksa payudara sendiri (Sadari), periksa payudara secara klinis (Sadanis), USG, dan mammografi.

Untuk diketahui, YKPI yang akan menjadi tuan rumah Southeast Asia Breast Cancer Symposium (SEABCS) pada 17-19 Juli 2020, merupakan anggota Reach to Recovery International (RRI) sejak September 2014, dan Union of International Cancer Control (UICC) sejak November 2016.

Pada 2020 ini, YKPI akan menghibahkan unit mobil kemoterapi dan terapi sistemik pertama di Indonesia, untuk dikelola Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta.

Pada tahun yang sama juga YKPI memulai program kerja melalui tiga pilarnya, yakni Pita Pink Survivor Warrior YKPI, Pilar Pendukung YKPI, dan Pilar Relawan Pendamping Pasien Kanker Payudara di RSKD Jakarta.

"YKPI senantiasa akan selalu mendukung program pemerintah dalam upaya menurunkan angka penyintas kanker payudara stadium lanjut di Indonesia," terang Linda.

Selain itu, imbuh Linda, seluruh pengurus YKPI merupakan individu relawan yang memberikan perhatian lebih dengan memberikan kontribusi dan dukungan kemanusiaan di bidang kesehatan khususnya kanker payudara. Sebagian besar dari mereka juga merupakan penyintas kanker payudara.

"Dari YKPI untuk Indonesia bebas kanker stadium lanjut 2030," tandas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) era Kabinet Indonesia Bersatu II tersebut.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Jun 2020 02:18 WIB

Porsi Ikhtiar dan Doa, Terbebas dari Bahaya Pandemi Covid-19

Islam Sehari-hari

Tausiyah Ustadz Ma'ruf Khzon, Pengasuh Pesantren Aswaja Sukolilo Surabaya

04 Jun 2020 01:36 WIB

16 Pasien Covid-19 di Pasuruan Sembuh

Ngopibareng Pasuruan

Mereka adalah para keluarga tenaga kesehatan.

04 Jun 2020 01:00 WIB

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 4 Juni 2020

Pendidikan

Siswa SD-SMA Belajar dari Rumah materi matematika.

Terbaru

Lihat semua
04 Jun 2020 01:36 WIB

16 Pasien Covid-19 di Pasuruan Sembuh

Ngopibareng Pasuruan
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...