Hari Pertama, Presiden Panggil 11 Calon Menteri

21 Oct 2019 21:35 Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini telah memanggil calon menteri yang akan membantunya selama lima tahun ke depan.

Hingga pukul 20.00 WIB sudah ada sebelas orang yang memenuhi panggilan Presiden Jokowi ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019.

Mereka adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bos Gojek Indonesia Nadiem Makarim, dan Bos NET TV Wishnutama.

Selanjutnya, pengusaha Erick Thohir, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Mensesneg Pratikno, relawan Jokowi-Ma'ruf Fadjroel Rachman dan peneliti Populi Center Nico Harjanto.

Terakhir yang datang yakni Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Setelah  diterima Presiden Jokowi, Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo mengatakan, ia diminta untuk memperkuat Kabinet Kerja jilid II.

"Kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra, apabila diminta kami siap membantu. Dan hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu," kata Prabowo.

Ia menjelaskan, Presiden Jokowi memintanya untuk membantu di bidang pertahanan. Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut pun berkomitmen untuk bekerja keras di pemerintahan kelak.

"Beliau izinkan saya untuk menyampaikan bahwa saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan. Jadi tadi beliau memberi beberapa pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran-sasaran dan harapan-harapan yang ditentukan," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi gong pemanggilan calon menteri di hari pertama Senin 21 Oktober 2019 Foto Asmanungopibarengid
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi 'gong', pemanggilan calon menteri di hari pertama, Senin 21 Oktober 2019. (Foto: Asmanu/ngopibareng.id)

Sebelum menerima Prabowo dan Edhy Prabowo, Presiden Jokowi juga memanggil Airlangga Hartarto. Ketua Umum Partai Golkar yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja Jokowi-JK (Jusuf Kalla) ini mengaku dirinya kembali diminta untuk menjadi menteri dan mengisi pos terkait bidang perekonomian.

"Tantangan tentu kita mengisi kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan, kemudian pengembangan kawasan-kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan kawasan ini bisa mengisi beberapa industri unggulan," ujar Airlangga.

Selain Airlangga, Fadjroel Rachman juga tampak memenuhi panggilan Kepala Negara untuk datang ke Istana. Seperti halnya para tamu lain yang diundang Presiden, Fadjroel juga diminta untuk membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Ada tugas yang memang disampaikan oleh beliau, tetapi, mengenai bentuk tugasnya, nanti akan diberitahukan secara langsung saja oleh Presiden," ungkap Fadjroel kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut, Fadjroel mengatakan dirinya juga berdiskusi beberapa hal bersama Kepala Negara. Diskusi tersebut menurutnya berpusat pada poin-poin penting dalam pidato awal masa jabatan yang disampaikan Presiden Jokowi di Gedung MPR, Minggu 20 Oktober 2019.

"Saya sih mengatakan, bahwa pidato kemarin itu betul-betul sudah menyatakan apa masalah yang kita hadapi, dan Bapak Presiden betul-betul menampilkan diri sebagai the governing president, yaitu presiden yang bekerja, yang memerintah," ujarnya.

Pemanggilan calon menteri akan dilanjutakan Selasa besok. Sedang pelatikan anggota kabinet digelar lusa, Rabu 23 Otober 2019.

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini