71 Tahun Deklarasi Israel, Pengubah Wajah Timur Tengah

14 May 2019 19:37 Internasional

Tepat hari ini, 14 Mei 1984, di Musem Tel Aviv, cara deklarasi berdirinya negara Israel digelar. Proklamator ulung yang membacakan deklarasi berdirinya Israel adala David Ben-Gurion, Kepala Eksekutif Organisasi Zionis Dunia.

Menurut Shelley Kleiman, dilansir dari Arsip Kementerian Luar Negeri Israel, acara tersebut diselenggarakan secara diam-diam. Sebab panitia acara khawatir akan dibubarkan otoritas Inggris yang mengontrol wilayah Palestina saat itu.

Selain itu, pantia juga takut adanya invasi dari pasukan Arab yang bisa membatalkan acara deklarasi tersebut. Karena beberapa tahun sebelumnya pada 1936-1939, pasukan Arab memberontak kepada otoritas Inggris lantaran menolak kontrol Inggris atas Palestina.

Acara tersebut dihadiri 250 peserta yang semuanya mendukung berdirinya negara Yahudi.

Ben-Gurion menjadi'penyerang' ulung yang membacakan Deklarasi berdirinya Israel. Selama 16 menit ia membacakan semua isi deklarasi tersebut. tepat dikata-kata terakhir peresmian berdirinya negara Yahudi yang kelak bernama Isral, hadirin yang datang bertepuk tangan dengan keras.

Gurion menutup deklarasi itu dengan berkata "Mari semua kita menerima deklarasi Dasar Negara Yahudi ini". Selanjutnya ditutup dengan doa Shehecheyanu oleh Rabbi Fishman.

Sama seperti Soekarno yang menjadi proklamator Indonesia dan penandatangan naskah proklamasi, selain menjadi proklamator, Ben-Gurion juga yang pertama kali menandatangani deklarasi tersebut.

Ia menutup acara tersebut dengan mengetuk palu seraya berkata "Negara yahudi Israel telah bediri. Pertemuan ini resmi selesai!."

Deklarasi itulah yang sontak membuat Pasukan Arab marah sehingga melakukan gencatan senjata ke wilayah Israel dan memproklamirkan perang. Hingga kini, gegara deklarasi tersebut, konflik di tanah Palestina tak kunjung usai. Yang membuat wajah cantik Timur Tengah tak lagi sama hingga berdasawarsa kemudian.

Siapa yang patut disalahkan? Jawabannya singkat: Inggris.

Gerakan kemerdekaan bangsa Yahudi tak akan ada apabila Inggris tak berbaik hati kepada mereka. Deklarasi Balfour pada 2 November 1917 adalah penanda dukungan penuh Inggris atas gerakan Zionis.

Inggris pun yang melegalkan imigrasi besar-besaran orang Yahudi dari Eropa dan daratan lainnya menuju tanah Palestina pasca-Perang Dunia Pertama (PD I). Saat itu Inggris memegang penuh kontrol atas wilayah Transyordan dengan nama Mandat tanah Palestina.

mandat yang berakhir pada Mei 1949 itulah yang membuat bangsa Yahudi melakukan manuver secara geo-politik dalam pendirian negara Yahudi yang telah dicita-citakan sejak abad ke-19.

Alasan lainnya adalah mereka menagih janji yang tertulis di Injil Abraham Kejadian 15:18-21 yang disebutkan bahwa "Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu."

Karena alasan politik dan agama itulah bangsa Yahudi melakukan manuver dalam pendirian negara Yahudi.

Sejak saat itu wajah Timur Tengah berubah derastis. Rumah-rumah cantik peninggalan jaman kejayaan Timur Tengah hancur lebur. Puluhan ribu nyawa harus hilang karena perang. Ribuan orang kehilangan kehidupannya.*

"Sama seperti Soekarno yang menjadi proklamator Indonesia dan penandatangan naskah proklamasi, selain menjadi proklamator, Ben-Gurion juga yang pertama kali menandatangani deklarasi tersebut."
Reporter/Penulis : Alief Sambogo
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini