Eduardo Galeano. (Foto: Memory of Fire)
Eduardo Galeano. (Foto: Memory of Fire)

Hari Bumi, Renungan Eduardo Galeano

Ngopibareng.id Tokoh 22 April 2020 07:28 WIB

Tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Bumi yang saat ini sedang dilanda Pandemi Covid-19. Di Indonesia, sejumlah daerah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti di Surabaya, Jakarta, Sidoarjo, Gresik, Makassar, dll.

Ada renungan menarik ditulis Eduardo Galeano, tentang Hari Bumi.

Eduardo Galeano adalah raksasa intelektual Amerika Latin. Karya-karyanya, tercipta dari perpaduan reportase, anekdot, kesaksian, serta catatan perjalanan, telah berandil besar dalam penulisan sejarah Amerika Latin. Ada kritik, refleksi, hingga romantisme di tiap tulisannya sehingga membuat para pembaca seperti sedang menyaksikan epos besar satu negeri ke negeri lainnya.

Lahir di Montevideo pada 3 September 1940 , Galeano tumbuh bersama dunia tulis-menulis sejak belia. Sebagaimana dicatat Mark Engler dalam “The Pan American: The World of Eduardo Galeano” yang dimuat di The Nation (2018), di usia 14 tahun Galeano sudah rutin berkontribusi untuk surat kabar El Sol, yang berhaluan kiri, sebagai kartunis politik. Enam tahun berselang, Galeano yang belum punya karier panjang di dunia jurnalisme duduk di kursi redaktur pelaksana Marcha, sebuah majalah mingguan berpengaruh di Uruguay.

Eduardo Galeano meninggal dunia pada 13 April 2015. Meninggalkan sejumlah karya menawan, seperti Memory of Fire dan Children of the Days - Renungan yang ditulis setiap hari sesuai tanggal dalam deretan tahun.

Berikut renungan Eduardo Galeano:

22 April
HARI BUMI

Einstein pernah bertanya, “jika lebah lenyap dari permukaan bumi, berapa tahun manusia akan bisa bertahan hidup? empat, lima tahun? tanpa lebah tidak ada polinasi, tidak ada polinasi tidak ada tanaman, tidak ada tanaman, tidak ada manusia."

ia menyampaikannya ke beberapa teman.

mereka tertawa.

ia tidak.

sekarang terbukti semakin lama jumlah lebah di dunia semakin berkurang.

hari ini, pada Hari Bumi, mari kita mengakui bahwa hal itu terjadi bukan karena kehendak Tuhan atau kutukan Iblis, tetapi karena:

dibabatnya hutan dan sangat luasnya tanah yang diambil untuk industri pertanian,

monokultur untuk ekspor yang mengurangi keberagaman tanaman,

racun yang membunuh tidak hanya hama tetapi semua yang lain,

pupuk kimia yang menyuburkan uang dan mensterilkan tanah,

dan radiasi dari berbagai macam peralatan yang dibeli orang karena bujukan iklan.

Children of the Days
Eduardo Galeano

Diterjemahkan Wardah Hafidz

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Dec 2020 11:37 WIB

Gubenur Ganjar Izinkan Asrama Haji Donohudan Jadi Tempat Isolasi

Nusantara

Asrama Haji Donohudan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

03 Dec 2020 11:10 WIB

Wapres Buka Rakernas REI 2020 Secara Daring

Nasional

Real Estate Indonesia (REI) menggelar Rakernas REI 2020.

03 Dec 2020 10:35 WIB

Mahasiswa UK Petra Rancang Aplikasi Pengatur Durasi Bermain Game

Teknologi dan Inovasi

Aplikasi pengatur durasi game online anak atasi kecanduan gadget.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...