Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di acara Peringatan Hari Batik Nasional di Puro Mangkunegaran, Surakarta, Rabu, 2 Oktober 2019. (Foto: Setpres)

Peringati Hari Batik Nasional 2019, Ini Pesan Presiden

Nasional 02 October 2019 15:35 WIB

Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober mengingatkan masyarakat bahwa batik Indonesia merupakan warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi yang diakui oleh UNESCO.

Maka, dalam peringatan Hari Batik Nasional ke-10 ini, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih bagi seluruh pihak yang terus mendedikasikan diri bagi pelestarian dan pengembangan batik di Indonesia.

"Selamat Hari Batik Nasional tahun 2019 dan terima kasih bapak, ibu, dan semuanya yang telah menjaga dan menciptakan karya-karya adiluhung bagi bangsa, bagi negara, yang terus menggoreskan jati diri kita dan memberikan sumbangsih Indonesia kepada kebudayaan dunia," ujar Presiden Jokowi saat menghadiri puncak Peringatan Hari Batik Nasional 2019 di Puro Mangkunegaran, Kota Surakarta, pada Rabu, 2 Oktober 2019.

Sejak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia sepuluh tahun lalu, perkembangan batik dan aktivitas pengrajin terus berkembang pesat di Indonesia. Batik juga semakin banyak digunakan oleh masyarakat dan tampil dalam berbagai panggung fesyen kelas dunia serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat banyak.

"Melalui peringatan Hari Batik Nasional kali ini, kita meneguhkan kembali komitmen terhadap batik Indonesia, komitmen kita untuk membentuk generasi muda Indonesia yang sigap melestarikan batik," kata Presiden.

Presiden mengatakan dibutuhkan kerja keras seluruh pihak untuk melestarikan batik. Menurutnya, sudah menjadi tugas bersama untuk mengupayakan pelestarian batik dengan salah satunya memperkenalkan warisan budaya asli Indonesia tersebut kepada generasi-generasi muda. Tak hanya itu, batik juga harus terus diperkenalkan kepada masyarakat internasional dalam tiap-tiap kesempatan.

"Kita juga harus berani memperkenalkan batik ke acara-acara internasional dan menjadikan batik sebagai duta budaya Indonesia pada masyarakat dunia," katanya.

 

Ibu negara Iriana Jokowi bersama Presiden Jokowi ikut membatik bersama puluhan pembatik di acara Peringatan Hari Batik Nasional Rabu 2 Oktober 2019 di Surakarta Foto SetpresIbu negara Iriana Jokowi bersama Presiden Jokowi ikut membatik bersama puluhan pembatik di acara Peringatan Hari Batik Nasional, Rabu, 2 Oktober 2019 di Surakarta. (Foto: Setpres)

Kepala Negara kemudian mengisahkan pertemuannya dengan mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, beberapa waktu lalu. Saat itu, Turnbull datang dengan mengenakan batik yang telah disiapkan oleh Ibu Negara Iriana. Presiden mengaku dibuat pangling dengan penampilan Turnbull itu.

"Saya pangling karena batiknya bagus sehingga betul-betul mengubah (gambaran) bahwa beliau bukan dari Australia, kelihatan dari Solo," katanya.

Presiden juga sangat senang mendengar bahwa pelajaran soal batik diberikan dalam muatan lokal di sejumlah sekolah. Saat Presiden menanyakan hal tersebut kepada salah satu pelajar SMK yang hadir, pelajar tersebut menyampaikan bahwa pelajaran membatik diberikan di sekolah sebanyak tiga kali dalam seminggu.

"Saya kira tiga kali sudah lebih dari cukup asal komitmen itu kita pegang terus sehingga komitmen untuk menjaga pengakuan UNSESCO yang menetapkan batik menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi betul-betul terus akan bisa kita pegang," ujar Presiden.

Saat menghadiri peringatan hari batik nasional, Presiden Jokowi yang mengenakan batik dengan motif tambal pamiluto, juga turut membatik bersama ratusan pembatik lainnya.

Presiden sempat berbincang dengan para pembatik serta para pelajar. 
Presiden ikut membatik dengan menggunakan alat batik cap. Sementara Ibu Negara Iriana beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla turut membatik menggunakan canting.

Hadir dalam peringatan ini di antaranya ialah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Ketua Yayasan Batik Indonesia Yultin Ginanjar Kartasasmita. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Aug 2020 10:51 WIB

Jokowi: Jangan Ada Yang Merasa Paling Pancasilais Sendiri

Nasional

Dan jangan ada yang merasa paling benar sendiri.

13 Aug 2020 17:59 WIB

Biasanya Jumlah Paskibraka 70 Orang, Tahun Ini Cuma 8 Orang

Nasional

Mereka dikukuhkan Presiden Jokowi secara daring.

13 Aug 2020 16:40 WIB

Video Kritikan Amien Rais ke Presiden Jokowi

Politik

Amien Rais bilang “Pilihan Jokowi: Mundur atau Terus”.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...