Petani di Probolinggo sedang memanen tomatnya di kebunnya. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)
Petani di Probolinggo sedang memanen tomatnya di kebunnya. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Harga Tomat Anjlok hingga Rp300 per Kilogram

Ngopibareng.id Jawa Timur 20 September 2020 20:40 WIB

Setelah bertahan di kisaran harga murah, Rp500-1.000 per kilogram di tingkat petani, harga tomat di Probolinggo semakin anjlok sejak sepekan lalu. Di tingkat petani, tomat bahkan “terjun bebas” hingga Rp300 per kilogram.

“Beberapa waktu lalu tomat murah Rp500 sampai Rp1.000 per kilogram, sejak seminggu ini malah lebih anjlok lagi, Rp300 per kilogram,” kata Mistiran, petani di Desa Kramatagung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Minggu, 20 September 2020.

Karena harga tomat sangat rendah, Mistiran mengaku sengaja tidak menjual komoditas pertaniannya ke pedagang. “Tetangga, saya persilakan mengambil tomat sesukanya di kebun,” katanya.

Dengan harga Rp300 per kilogram, kata Mistiran, jelas petani merugi. Soalnya, biaya bertanam tomat lumayan besar apalagi jika petani menggunakan mulsa plastik untuk menutup media tanamnya.

“Kalau dihitung mulai pengolahan tanah, pembelian bibit, hingga pupuk lumayan besar. Sehingga dengan harga tomat Rp300 per kilogram jelas tidak impas,” katanya.

Bahkan, kalau petani meminta bantuan orang lain (buruh) untuk memanen tomat, harga penjualan tomat tidak cukup untuk membayar upah buruh.

Penen tomat malah petani di Probolinggo merugi Foto Ikhsan MahmudiNgopibarengidPenen tomat malah petani di Probolinggo merugi. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Sebaliknya, harga tomat di Pasar Gotong Royong dan Pasar Baru, Kota Probolinggo lumayan tinggi dibandingkan di tingkat petani. “Di pasar, harga tomat sekitar Rp1.500 per kilogram,” kata Rosi, pedagang di Pasar Gotong Royong.

Rosi mengaku, mendapatkan pasokan tomat justru dari luar daerah. Dikatakan ada pemasok yang kulak tomat bersama dengan sayur-mayur lainnya dari Kabupaten Malang.

Dengan harga tomat Rp1.500, Rosi menilai, masih rendah bagi pembeli. “Biasanya harga tomat dalam kondisi normal ya Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilogram,” katanya.

Murahnya harga tomat di tingkat petani diduga karena di musim kemarau ini para petani beramai-ramai menanam tomat di sawah dan kebunnya. Hal itu terlihat mulai di belahan utara Kota Probolinggo hingga lereng bawah Gunung Bromo banyak dijumpai tanaman tomat.

“Bahkan lahan sawah di dekat hutan bakau (mangrove) di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo banyak ditanami tomat. Banyak tomat masak pohon dibiarkan tidak dipanen, mungkin karena harganya murah,” ujar Singgih, warga Jalan Brantas, Kota Probolinggo.

Singgih yang punya usaha warung mengaku, senang dengan murahnya harga tomat. “Tetapi hanya tomat yang murah, komoditas sayur-mayur dan bumbu masih lumayan mahal,” katanya.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Oct 2020 15:00 WIB

Direktur Baru, RSMU Rencana Kembangkan Sayap di Kota Lain

RS Mata Undaan

Harapan Baru RSMU dengan kepimpinana Direktur Baru

24 Oct 2020 14:40 WIB

Keluarga Menduga Penangkapan Gus Nur Ada Muatan Politis

Jawa Timur

Keluarga tidak terkejut dengan penangkapan Gus Nur.

24 Oct 2020 14:30 WIB

Tips Cegah Penularan Covid-19 di Perkantoran

Reportase

Sejumlah titik perlu diwaspadai.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...