Harga Sapi Melambung, Penjual Daging Menjerit

06 Jan 2019 19:20 Jawa Timur

Pedagang daging sapi di Lamongan mengeluhkan harga sapi di pasaran yang terus melambung tinggi. Meski demikian, mereka terus bertahan berjualan walau harus merugi.

Tingginya harga sapi sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Harga sapi naik antara Rp 1 juta-Rp 2 juta per ekor.

"Kalau normal, harga satu ekor sapi Rp 9 juta, sekarang harganya Rp 11 jutaan, " kata penjual daging di pasar Babat, Sholikin, Minggu 6 Januari 2019.

Walau harga sapi naik, Sholikin mengaku tidak menaikkan harga jual daging sapi yang dijualnya. Harga jual daging sapi masih standar Rp 100 ribu per kilogram dan Rp 110 ribu per kilogram untuk kualitas bagus.

"Kalau harga jual daging dinaikkan khawatir akan ditinggal pelanggan. Jadi para penjual daging tetap bertahan meski terus merugi karena tingginya harga sapi, " imbuhnya lagi.

Selama ini Sholikin mengaku, pembelinya dari pelanggan tetap yang merupakan penjual rawon dan bakso.

 

Hal senada disuarakan pedagang daging di pasar Lamongan, Suwaji. Dia mengaku, saat ini dirinya tidak bisa meraih untung dari jualan daging.

 

"Tetap bertahan berjualan meski setiap hari rugi. Kalau prei (berhenti) jualan khawatir pelanggan akan pergi. Mudah-mudahan harga sapi akan kembali normal," ungkap Suwaji.

 

Pedagang sapi di Kecamatan Babat Basuni juga membenarkan jika harga sapi saat ini terus naik

 

"Entah apa penyebabnya harga sapi kok cukup tinggi. Saya kulak harganya mahal, jualnya juga mahal," tandas Basuni. (tok)

Penulis : Totok Martono
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini