KEBARUAN: Halim HD, networker kebudayaan tinggal di Solo. (foto: HHD for ngopibareng.id)
KEBARUAN: Halim HD, networker kebudayaan tinggal di Solo. (foto: HHD for ngopibareng.id)

Haoxulyaqin, Apa Pula Itu? Ini Istilah Baru Halim HD

Ngopibareng.id Cuitan Tokoh 06 July 2018 17:32 WIB
"Ungkapan 'pesong' alias pepesan kosong, memang khas warga dari lapisan bawah yang diam diam menyimpan impian dan harapan," kata Halim HD.

Hoax alias hoaks, alias berita palsu, kini akrab terdengar karena marak di jagat media sosial (medsos). Halim HD, seorang networker kebudayaan tinggal di Solo, mengulas tentang masalah tersebut. Ia menghadirkan diksi baru: Haoxulyaqin.

Berikut ulasalan Halim HD khusus untuk ngopibareng.id:

HOAXULYAQIN, inilah zaman dimana jenis pepesan kosong diyakini sebagai pesan yang berisi n memiliki makna.
Pada zaman baheula ketika Sukarno berkuasa ada ungkapan di Kampung Mangga Dua, Serang, Banten, "pesong" kependekan dari "pepesan kosong". Ungkapan "pesong" memang khas warga dari lapisan bawah yang diam diam menyimpan impian dan harapan.

Dan ketika ada pejabat, punggawa pemerintah atau pengurus partai yang ngomong menggebu- gebu, maka warga cuma diam, dan lalu pergi.

Dan beberapa orang beriringan sambil komen, yaaa bawa "pesong" lagi.

Anggota masyarakat bawah punya radar yang sensitif dan punya ukuran yang sederhana tapi jitu. Kalau ada elite masyarakat terlalu banyak bicara tapi nggak ada bukti, ...maka warga berbisik kepada teman dan tetangganya: “Pesongnya gede banget sampe mata kita ketutupan”. Itu diungkapkan dengan santai dan tanpa rasa marah.

Warga lapisan bawah itu sadar betul kalau dirinya cuma dijadikan “tong pesong”. Dan warga dengan gampang membersihkannya: bergunjinglaah mereka, maka dalam sekejap pesong memenuhi langit kampung, dan pesong mumbul seperti asap bakaran pepesan teri atau tape yang biasa dinikmati dengan santai.

Tapi sekarang berbeda. Zaman berubah, wolak waliking zaman. Sekarang orang di mana mana suka dengan pesong. Dan pesong yang dibungkus dan dikemas dengan rapijali yang seolah-olah ngilmiyah, penuh data dan nganalisis serta permenungan ngupilsafat.

Orang orang jadi gampang terpesona dan makin lama semangkin digemari sampai-sampai ditunggu dengan penuh rindu dendam kesumat.

PESONG zaman kiwari, zaman IT canggih bikin orang nggak usah mikir dan nganalisis berat berat, tinggal pencet dan sebarin lalu jadilah pengikut pesong yang percoyo bin Hoaxulyaqin. (HHD)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Mar 2021 06:09 WIB

Sheikh Zayed, Nama di Balik Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi

Khazanah

Nama Presiden pertama Uni Emirat Arab terpatri di Solo

07 Mar 2021 10:53 WIB

Masjid Sheikh Zayed, Menag: Simbol Harmonis Hubungan RI-UEA

Khazanah

Masjid hadiah Pangeran UEA untuk Presiden Jokowi

07 Mar 2021 07:04 WIB

Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo, Perkuat Hubungan RI-UEA

Khazanah

Peletakan batu pertama, mampu menampung sekitar 10.000 jamaah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...