Petugas kepolisian melakukan identifikasi lokasi kebakaran pabrik korek api di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019). Penyebab kebakaran pabrik korek api yang menewaskan 30 orang itu masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (Foto: Antara/Septianda Perdana)

Hanya 1 Pekerja Tewas di Pabrik Mancis yang Jadi Peserta BPJS-TK

Nasional 22 June 2019 10:36 WIB

Hanya satu dari para pekerja yang tewas pada kebakaran pabrik mancis (pemantik api) di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat siang, yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Wahyu Widodo ketika dihubungi di Jakarta, Jumat malam, mengatakan dari laporan yang diterima, 28 yang tewas, termasuk anak-anak, dan empat selamat.

"Seluruh mayat dibawa ke RS Bhayangkara Medan," kata Wahyu.

Sejumlah 27 pekerja, dilaporkan terdaftar atas nama PT Kiat Unggul, tetapi dengan status perusahaan daftar sebagian tenaga kerja (PDSTK) dan 25 direncanakan akan didaftarkan ke Kantor Cabang BPJS-TK terdekat.

Dalam kasus kecelakaan kerja dan kematian, dimana perusahaan abai melindungi pekerja maka perusahaan wajib mengobati dan memberi santunan kepada ahli waris, minimal sebesar yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, yakni 48 kali gaji bulanan plus biaya pemakaman

Suryadi, seorang saksi yang mengantarkan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, mengatakan hanya empat orang pekerja yang selamat dalam peristiwa kebakaran menjelang shalat Jumat pukul 12.00 WIB tersebut.

Ia mengatakan pekerja pabrik pemantik api sebagian meninggal dunia karena terjebak di dalam bangunan pabrik yang terbakar.

"Waktu kebakaran itu kondisi pintu depan (pabrik) terkunci, yang buka hanya pintu belakang, sedangkan sumber kebakaran dari arah belakang," kata Suryadi.

Semua korban diperkirakan perempuan, karena pekerjanya memang perempuan semua.

Menurut data korban kebakaran yang dipajang di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, di antara perempuan-perempuan yang meninggal dunia akibat kebakaran itu ada lima anak.

Korban kebakaran menurut data tersebut kebanyakan beralamat di Desa Sambirejo, serta beberapa di Desa Selayang Mancang, dan Kwala Begumit. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

17 Sep 2020 13:47 WIB

Ada Unsur Pidana di Kebakaran Kejagung, Polisi Temukan Sumber Api

Nasional

Sumber api di Kejagung berasal dari tempat pekerja merenovasi ruangan

14 Sep 2020 22:52 WIB

RSUD Dr Soetomo Terbakar, Sumber Api dari GudangĀ 

Surabaya

Tidak ada korban yang terdampak.

14 Sep 2020 15:46 WIB

Gedung H RSUD Dr. Soetomo Surabaya Dijilat Api

Surabaya

Belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...