Hagia Sophia berubah menjadi masjid, sejumlah pemimpin dunia resah. (Unsplash.com)

Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid, Pemimpin Dunia Resah

Internasional 11 July 2020 12:10 WIB

Situs warisan dunia Unesco Hagia Sophia di Istanbul ditetapkan menjadi masjid oleh pemerintahan Turki. Beragam pendapat disampaikan oleh pemimpin dunia. Amerika serikat, Yunani, dan pemimpin gereja merasa khawatir dengan perubahan status Hagia Sophia.

Keresahan disampaikan oleh pimpinan Gereja Ortodox Rusia yang menyebut keputusan pemerintahan Recep Tayyip Erdogan tak peka dan mengabaikan suara jutaan umat Kristen. "Keinginan jutaan umat Kristen tidak didengarkan," kata Juru Bicara Gereja Ortodox Rusia Vladimir Legoida dikutip Aljazeera dari Interfax. "Keputusan pengadilan yang banyak diingatkan agar lebh cermat melihat kasus ini, ternyata diabaikan," lanjutnya

Sebelumnya, pemimpin spiritual dari 300 juta umat Kristen Ortodox dunia yang bermarkas di Istanbul telah mengingatkan jika perubahan Hagia Sophia dari museum menjadi masjid akan mengecewakan umat Kristen dan akan "memecah" Barat dan Timur.

Sedangkan Unesco mengaku akan mereview status Hagia Sophia dan menyebutkan "sangat menyesali" keputusan Turki diambil tanpa didahului dengan dialog atau pemberitahuan terhadap Unesco. "Unesco meminta pemerintahan Turki untuk segera membuka dialog untuk menghindari adanya kemunduran dari nilai universal atas warisan yang unik ini, yang status perlindungannya akan direview oleh Komite Warisan Dunia di sesi berikutnya," kata Unesco.

Berikutnya Uni Eropa juga menyatakan penyesalan atas tindakan Turki. "Keputusan Presiden Erdogan untuk mengubah monumen di bawah manajemen Urusan Keagamaan Presiden sangat disesalkan," kata Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrel.

Sementara, Menteri Luar Negeri negara tetangga Turki, Siprus, Nikos Christodoulides, mencuit di akun Twitternya dan mengatakan, "Mengutuk keras tindakan Turki atas Hagia Sophia dan upayanya memecah pendapat lokal Turki dan seruan agar Turki menghormati kewajiban internasionalnya," tulisnya.

Keberatan juga datang dari Amerika Serikat, Yunani, dan Rusia. Amerika Serikat berharap Turki tetap berkomitmen membuka akses Hagia Sophia pada pengunjung non Muslim tanpa terkecuali. Sedangkan Rusia menyebut keputusan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid tak akan berdampak pada dunia muslim tetapi malah memecah bangsa Turki sendiri.

Sebelumnya, pengadilan Turki memutuskan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Pengadilan beranggapan Hagia Sophia dibangun oleh Sultan Mehmet II dari kekaisaran Ottoman dengan fungsi sebagai masjid. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan tetap membuka akses Hagia Sophia kepada pengunjung non Muslim tanpa dipungut biaya masuk.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 11:59 WIB

Maurizio Sarri Dipecat, 5 Jam Kemudian Andrea Pirlo Dilantik

Liga Champions

Maurizio Sarri dipecat sebelum Juventus tersingkir dari Liga Champions.

09 Aug 2020 11:26 WIB

Usai Erupsi Gunung Sinabung, Warga Wajib Pakai Masker

Nasional

Selain pandemi Covid-19, warga wajib pakai masker karena abu vulkanik.

09 Aug 2020 11:20 WIB

Cara Dapatkan Diskon dan Token Gratis PLN

Ekonomi dan Bisnis

PLN keluarkan kebijakan untuk ringankan beban pelanggan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...