Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah. (Foto: Istimewa)

Haedar Nashir: Meski di Zona Hijau Sikap Cegah Pandemi Diutamakan

Khazanah 25 May 2020 18:02 WIB

Kaum Muslim, secara umum, merasa ada sesuatu yang hilang dan tidak afdhal ketika tidak menunaikan Idul Fitri di lapangan atau masjid. Namun karena keadaan darurat, pandemi Covid-19 semua itu kita jalani dengan melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah atau kediaman masing-masing bagi yang menghendakinya.

“Sementara bagi yang tidak menunaikan tidaklah menjadi dosa atau terkena ancaman agama karena shalat Idul Fitri ibadah sunnah,” tutur Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Haedar menjelaskan, bagi warga yang merasa di zona hijau sikap seksama dan mencegah wabah juga diutamakan.

“Memang status zona hijau menunjukkan daerah yang tidak memiliki kasus terkonfirmasi, atau tanpa ada pelancong yang terinfeksi atau datang dari zona merah. Namun setelah ada transmisi lokal dan orang tanpa gejala (OTG) maka semuanya harus waspada dan seksama,” kata Haedar.

Selain itu, seperti dilansir situs muhammadiyah.or.id, Senin, 25 Mei 2020, wilayah zona hijau tetap menerapkan berbagai mekanisme pencegahan, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya wabah virus corona, termasuk menerapkan protokol pencegahan penularan penyakit seperti phisical distancing, social distancing, dan kebersihan fisik.

“Belum dipastikan seberapa jauh pemeriksaan dilakukan secara masif di zona yang disebut hijau itu sehingga menggambarkan fakta yang sesungguhnya dari penyebaran wabah Corona,” tutur Haedar.

Karenanya, warga masyarakat khsusnya warga Muhammadiyah hendaknya menaati dan mengikuti kebijakan dan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk sebaiknya tidak melaksanakan shalat idul fitri di lapangan atau masjid dan tempat berkerumun lainnya agar memutus rantai penularan.

Sikap seksama dan waspada tersebut sejalan dengan prinsip sadduẓ-ẓarīʻah (tindakan preventif) guna menghindarkan kita jatuh ke dalam kebinasaan seperti diperingatkan dalam Al-Quran (QS Al-Baqarah/2: 195) dan demi menghindari mudarat seperti ditegaskan dalam sabda Nabi saw, dari Ibn ‘Abbās bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak ada kemudaratan kepada diri sendiri dan tidak ada kemudaratan kepada orang lain [HR Mālik dan Aḥmad].

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Sep 2020 07:37 WIB

Calon Tunggal Berpotensi Munculkan Praktik Mahar Politik

Nasional

Melalui mahar politik, mereka mampu "memborong" dukungan

25 Sep 2020 07:09 WIB

Asah 'Sense of Crisis', Alissa: KPU Koordinasi Ahli Epidemiologi

Nasional

Sayangkan keputusan Pemerintah dan DPRD soal Pilkada Serentak

25 Sep 2020 06:45 WIB

Tampil Lagi di PBB, Gus Yahya Angkat Abrahamic Faiths Initiative

Khazanah

Penjelasan Forum Inisiatif Agama-Agama Ibrahim

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...