Gus ipul saat bersilaturahmi di Pesantren Sidogiri, Pasuruan.

Hadiri Haul Almarhum KH Cholil, Gus Ipul Didoakan Ribuan Alumni PP Sidogiri

05 Jun 2018 23:58

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menghadiri Haul Almarhum KH Cholil bin Nawawie bin Noerhasan di Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Selasa, 5 Juni 2018 petang. Gus Ipul tak sendiri. di lokasi pesantren yang berlokasi di Desa Sidogiri, Kraton, Pasuran ini Gus Ipul hadir bersama belasan ribu jemaah.

Setibanya di tempat acara, Gus Ipul disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren, KH Ahmad Nawawi Abdul Djalil. Bersama Kiai Nawawi yang juga merupakan Mustayar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, Gus Ipul lantas memanjatkan doa bersama untuk para pendiri pesantren.

Gus Ipul diajak KH Nawawi untuk masuk ke kediaman sehingga bisa dengan lebih khusyuk ikut berdoa. Gus Ipul mengatakan bahwa kedatangannya di acara Haul para ulama sebagai bentuk penghormatan. Tak hanya oleh dirinya, namun juga para jemaah.

"Hadirnya ribuan jemaah menunjukkan bahwa para pendiri dan masayeich amat dicintai umatnya," kata Gus Ipul yang juga salah satu Ketua PBNU ini.

Sehingga, dengan mengingat jasa perjuangan para ulama yang sekaligus pendiri pesantren dapat menjadi tauladan bagi para jemaah di kehidupan sehari-hari. "Mengikuti perintah ulama selalu menjadi ikhtiar bagi para jemaah. Sebab, dengan begitu sudah pasti akan sekaligus membawa kebaikan," kata keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini.

Tak hanya itu, melalui kegiatan seperti ini, juga menjadi ajang silaturrahim para jemaah. "Majelis kirim doa seperti ini, juga sekaligus ajang reuni segenap kiai, alumni, dan para santri Sidogiri serta jemaah pada umumnya," kata Gus Ipul.

"Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa para jemaah, pengasuh pesantren, hingga seluruh yang hadir masih satu jalur keilmuan," ujar Gus Ipul yang juga putra asli Pasuruan ini.

Gu Ipul berbaur bersama belasan ribu jemaah dalam Haul Almarhum KH Cholil bin Nawawie bin Noerhasan

Pesantren Sidogiri didirikan sejak 1745 dan menjadi salah satu pesantren tua di Jawa Timur. Saat ini, di bawah asuhan Kiai Nawawi, pesantren tersebut kini terkenal menjadi model pesantren mandiri melalui pengembangan BMT-BMT Syariah yang menyebar terutama di hampir setiap kabupaten di Jawa Timur.

Dengan panjangnya usia pesantren, jemaah alumni pesantren ini di antaranya telah mendirikan pesantren dan tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, jumlah santri yang tengah menempuh pendidikan di pesantren ini pun mencapai ribuan.

Sementara itu, Kiai Nawawi juga merupakan salah satu ulama yang mendorong pencalonan Gus Ipul di pilkada Jawa Timur. Bersama ulama dan kiai besar lainnya, Kiai Nawawi menugaskan Gus Ipul untuk turun di pilkada yang rencananya digelar pada 27 Juni 2018 mendatang.

Bahkan, sebagai bentuk dukungan dan seruan untuk memilih Gus Ipul, Kiai Nawawi juga telah mengeluarkan maklumat khusus beberapa waktu lalu. Terbitnya maklumat ini ditujukan kepada seluruh alumnus, santri, dan simpatisan Ponpes Sidogiri.

 

Berikut isi lengkap maklumat yang ditulis dengan huruf Arab tersebut:

Kepada yang terhormat alumni, santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri,

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan ini kami mengimbau kepada seluruh alumni, santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri untuk memilih, mencoblos, serta membantu pemenangan pasangan Gus Ipul-Mbak Puti dalam Pilgub Jatim 2018.

 

Demikian harap diperhatikan.

 

Wassalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh.

 

TTD,

Kiai Nawawi Abdul Jalil.

 

Selain KH Nawawi, pengasuh Ponpes Salafiyah Pasuruan KH Idris Hamid juga memohon restu masyarakat untuk mendukung Gus Ipul dan Mbak Puti Guntur Soekarno.

"Memperhatikan hasil istikharah dan ijtihad ulama, dengan ini saya mengimbau kepada alumni, santri, dan simpatisan Pesantren Salafiyah untuk turut memilih dan memenangkan pasangan Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno dalam Pilgub Jatim 2018," kata Kiai Idris Hamid.

KH Idris Hamid sendiri adalah putra dari almarhum KH Abdul Hamid, ulama khos Pasuruan yang kewaliannya telah diakui masyarakat luas.