Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo. (Foto: konsulatAS)

Hadiri Forum Ansor, LIPI: Kehadiran Menlu AS untuk Indo-Pasifik

24 Oct 2020 07:05

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id


Kehadiran Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo ke Indonesia menjadi perhatian serius banyak kalangan. Dalam serangkaian kunjungan di Indonesia, Pompeo berkesempatan menghadiri perhelatan yang digelar Gerakan Pemuda Ansor. Ormas pemuda Islam yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi AS.

Lalu bagaimana sesunggunya kepentingan AS dalam rangkaian kunjungan ke Indonesia?

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nanto Sriyanto mengatakan, kunjungan Menlu AS Michael Pompeo ke Indonesia bukanlah masalah Laut China Selatan, melainkan untuk kepentingan Indo-Pasifik.

"Ini bukan masalah laut China Selatan semata, lebih ke Indo-Pasifik itu sendiri," kata Nanto Sriyanto, dikutip Sabtu 24 Oktober 2020.

Ia juga menilai dengan kehadiran Menlu AS ke Indonesia membuktikan bahwa Indonesia masih dianggap penting, bukan hanya AS tetapi juga China. "Di ASEAN, Indonesia masih di anggap penting," katanya. 

Nanto mengigatkan pertemuan tersebut harus membahas isu pertahanan dan keamanan. "Pasti pertemuan itu masalah dagang, kita juga harus mempromosikan alutsita kita ke AS," kata Sriyanto, dari siaran RRI, Jumat 23 Oktober 2020.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan berkunjung ke Indonesia pekan depan. Dalam kunjungan itu ia akan menyampaikan kekhawatiran tentang China.

Saat ditanya spesifik mengenai kunjungan ke Indonesia, Pompeo menyatakan ia tahu orang Indonesia memiliki keinginan serupa dengan negara Asia Tenggara lainnya yakni Indo-Pasifik yang terbuka.

Negara-negara Asia Tenggara, kata dia, ingin memastikan "hak-hak dasar, hak maritim, hingga hak kedaulatan.

"Kemampuan mereka untuk melakukan tiap urusan dengan cara yang mereka inginkan di dalam negara mereka (yang) terus-menerus diancam oleh Partai Komunis China," ucap Pompeo dilansir dari AFP, Kamis 22 Oktober 2020.