Wakil Rektor IV Universitas Brawijaya, Sasmito Djati memukul gong sebagai tanda dibukanyaBrawijaya International Conference on Multidisciplinary Science and Technology (Theo/ngopibareng.id)

Hadapi Era Disrupsi Digital, UB Gelar Konferensi Lintas Keilmuan

Pojok Unibraw 02 January 2020 21:03 WIB

Menghadapi era disrupsi digital Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, menggelar konferensi internasional untuk menjawab tantangan era digitalisasi yang menuntut multidisiplin keilmuan.

Konferensi internasional tersebut bertajuk Brawijaya International Conference on Multidisciplinary Science and Technology (BICMST).

Ada tiga pembicara yang berasal dari luar negeri, yaitu Rebecca Britain dari Department of Anthropology at Rutgers The State University of New Jersey dari Amerika Serikat, Akira Kikuchi dari Hiroshima University, Jepang dan Mark Duncan dari Veterinary Clinic dari Selandia Baru.

Wakil Rektor IV, UB, Sasmito Djati mengatakan era disrupsi menuntut pengembangan multidisiplin keilmuan. Keilmuan yang satu dengan yang lainnya harus bersinergi untuk menjawab tantangan masa depan.

“Saat ini perkembangan ilmu semakin pesat. Bahkan melebihi dari apa yang kita bayangkan. Ada fakultas hukum, ekonomi, nanti itu akan berkembang dengan fakultas yang lain karena disrupsi. Intinya multidisiplin dan interdisiplin,” ujarnya pada Kamis 2 Januari 2020, di Gedung Widyaloka UB.

Sementara itu, Ketua Forum Wakil Dekan II, UB, Sukir Maryanto mengatakan tren yang tengah berkembang saat ini adalah integritas satu disiplin keilmuan dengan disiplin keilmuan lainnya sehingga memunculkan multidisiplin keilmuan.

“Konferensi seperti ini bisa mengkolaborasi berbagai bidang ilmu. Karena tren perkembangan keilmuan saat ini adalah terintegrasi dari berbagai ilmu. Sehingga dari forum wakil dekan II untuk memperingati Dies Natalis UB, dan untuk mengembangkan keilmuan menyelenggarakan konferensi, ini” ujarnya.

Selain itu, Sukir mengatakan untuk mewujudkan keilmuan yang multidisiplin, konferensi itu juga bisa mendorong peningkatan publikasi ilmiah. Sehingga pihaknya berharap, forum yang mensinergikan antar disiplin keilmuan supaya dilaksanakan secara rutin.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi yang lain. Konferensi ini diharapkan bisa rutin dilaksanakan karena mendapat respon positif dari banyak pihak,” ungkapnya.

BICMST sendiri akan berlangsung selama dua hari, yaitu mulai Kamis 2 Januari 2019 sampai Jumat 3 Januari 2019, di Gedung Widyaloka dan menjadi rangkaian dari Dies Natalis UB ke-57.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Jun 2020 17:47 WIB

Muhadjir Sebut Sekolah Masuk Akhir Tahun 2020

Jawa Timur

Kegiatan belajar-mengajar di tahun ajaran baru dilakukan secara online.

03 Jun 2020 17:35 WIB

Bahaya, Sepeda Motor Terbakar Ketika Disemprot Disinfektan

Reportase

Diduga cairan disinfektan terlalu tinggi kadar akoholnya.

03 Jun 2020 17:18 WIB

Google Hapus Aplikasi Anti China Buatan India

Aplikasi

Aplikasi gratis Remove China Apps sudah diunduh lebih lima juta kali.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...