Pelatih caretaker Persebaya, Bejo Sugiantoro berjabat tangan dengan Pelatih Arema Fc, Milomir Seslija ketika sesi konferensi pers (Theo/ngopibareng.id)

Hadapi Arema FC, Bejo Pulihkan Mental Pemain Usai Ditinggal Janur

Liga Indonesia 15 August 2019 14:48 WIB

Persebaya Surabaya nanti siang akan bertarung melawan Arema FC pada pada laga pekan ke-14 Liga 1 Indonesia musim 2019, yang akan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis 15 Agustus 2019, besok.

Caretaker pelatih Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, mengungkapkan kunci untuk menghadapi derby melawan Arema Fc besok adalah memulihkan mental pemain Bajul Ijo pasca ditinggal pelatih kepala, Djajang Nurdjaman.

“Mungkin ada faktor transisi pelatih, jadi tujuan saya tiga hari sebelum pertandingan  adalah perbaikan mood pemain. Jika mental sudah bagus maka teknik dan skill itu sudah pasti mengikuti,” ungkapnya.

Bejo menuturkan tim asuhannya bertandang ke kandang singa dengan membawa semangat rivalitas sebagai modal untuk menang.

“Tim ke sini dengan rivalitas punya tujuan untuk menang, saya bangun mental unuk pemain utnuk menang di sini,” tutur mantan bek Persebaya tersebut.

Bejo menyampaikan kepada anak asuhannya bahwa rivalitas antara Surabaya dan Malang itu akan selalu ada. “Saya sudah tanamkan itu kepada pemain selama tiga hari. Dan mereka juga mengerti. Semangat rivalitas itu yang akan kita bawa nanti,” tuturnya.

Untuk Tim Singo Edan sendiri, ketika melawan Persebaya pada pertandingan nanti, Arema FC membawa bekal kekalahan dari tim Kalteng Putra, saat bertandang ke Stadion Tuah Pahoe.

Menanggapi hal tersebut Bejo tidak ingin terlalu mengomentari apa yang menimpa Arema FC. Menurutnya hal itu biarlah menjadi urusan manajemen tim Singo Edan.

“Saya lebih fokus ke tim saya sendiri. Kalau menurut saya Arema adalah tim yang bagus. Tapi saya juga sudah diskusi dengan internal bahwa Persebaya punya karakternya sendiri dalam bermain,” terangnya.

Mengenai beberapa pemain Arema FC yang diperkirakan absen dalam laga derby nanti seperti Dedik Setiawan, Alfarizie dan Ricky Ohorella. Bejo menanggapi bahwa dalam sepakbola ada sebelas pemain yang akan bertanding jadi semua pemain akan berbahaya.  

“Untuk kesempatan mencuri poin pada laga nanti jika presentasenya ada lebih seratus persen, kenapa saya harus memilih yang lima puluh persen,” tutupnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Jun 2020 12:38 WIB

Persik Kediri Usulkan PSSI Naikan Subsidi dan Relaksasi Pajak

Liga Indonesia

Usulan ini untuk meringankan beban klub bola di Indonesia.

27 May 2020 23:11 WIB

Persik Kediri Usulkan Liga 1 Dihentikan, Diganti Turnamen

Liga Indonesia

Karena jika digulirkan lagi, akan mengganggu upaya pencegahan Covid-19

27 May 2020 21:50 WIB

Arema FC Setuju Kompetisi Dilanjutkan Melalui Skema New Normal

Liga Indonesia

Beri catatan khusus kepada federasi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...