Hadang Kaum Jihadis, Azyumardi Azra: Kelompok Cipayung Harus Bangkit

15 Jul 2018 14:56 Khazanah

"Harus ada reformasi dalam Kelompok Cipayung. Reformasinya, misalnya orientasi politiknya terlalu tinggi," kata Azyumardi Azra.

 

Azyumardi Azra, Cendikiawan Muslim kita, berharap kebangkitan kelompok Cipayung dalam mengantisipasi berkembangnya kelompok kanan atau kalangan Islamis yang cenderung jihadis. 

Dalam kelompok Cipayung, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus kembali bergerak aktif. 

Dia juga ingin agar cita-cita dari kelompok Cipayung ini dapat direformasi. "Reformasinya, misalnya orientasi politiknya terlalu tinggi," kata Azyumardi.

 

"Perkembangan paham radikal di lembaga pendidikan tinggi di Indonesia makin marak. Mereka tergabung Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)," kata Azyumardi Azra.

Menurut Azyumardi Azra, perkembangan paham radikal di lembaga pendidikan tinggi di Indonesia makin marak. Hal itu disebabkan, berkembangnya kelompok kanan atau kalangan Islamis yang cenderung jihadis. Mereka tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

"Mereka ini secara tidak resmi berafiliasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)," kata Azyumardi Azra, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Minggu 15 Juli. 

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengatakan, kelompok Cipayung selama ini belum melakukan apa-apa untuk melawan berkembangnya paham radikal tersebut.

"Saya lihat selama ini mereka belum melakukan apa-apa. Alumni Cipayung harus bergerak demi menyelamatkan NKRI," katanya, yang sebelumnya tampil dalam diskusi di Graha CIMB Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa lalu.

Langkah tersebut, kata dia, perlu dilakukan untuk membendung pergerakan dari kelompok berpaham radikal. Sebab kalau tidak, maka LDK dan KAMMI akan menguasai kegiatan di kampus.

"Supaya ada kontra gerakan, kalau nggak selama ini cuma dikuasai oleh organisasi kelompok yang ke kanan itu, ke kanan itu yang Islamis, seperti LDK dan KAMMI. KAMMI itu harus ada pertarungannya, harus ada pesaingnya," tutup Azyumardi. (adi)

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini