Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) bersama para ulama sedunia. (Foto: Istimewa)
Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) bersama para ulama sedunia. (Foto: Istimewa)

Habib Luthfi: Jangan Sepelekan Walisongo Keturunan Rasulullah

Ngopibareng.id Khazanah 27 November 2020 08:33 WIB

Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) mengingatkan, para Walisongo yang memperjuangkan Islam di Bumi Nusantara adalah keturunan habaib dari marga Adzmatkhan.

Karena itu, ada pesan-pesan khusus disampaikan Pengasuh Kanzus Shalawat Pekalongan ini, kepada orang-orang yang menganggap sebelah mata, bahkan tidak menganggap Sayid/Habaib dari marga Adzmagkhan

"Saya sering menyaksikan, bahwa para habaib yang baru datang dari Hadramaut Yaman, jauh sesudah para Wali Sembilan wafat, mereka petentang petenteng, ngandalke marga mereka."

"Kalian itu siapa..?"

"Apa jasa kalian di bumi Jawa ini..?"

"Leluhur kalian (para Habaib/Sayyid), datang dari Hadramaut ke Negeri ini, itu Jawa sudah banyak Islamnya, dan saat itu Islam di Jawa sudah ada sejak ratusan tahun lamanya."

"Islam di Nusantara ini, berkah para wali Allah, keturunan Rasulullah dari marga Adzmatkhan."

"Artinya, kalian cuma nompo kepenak, tompo resik, tanpa susah payah, dakwah tinggal melanjutkan saja, karena susah dibukakan pintu dan jalan oleh WaliSongo, Adzmatkhan, untuk kalian lewati."

"Untuk itu saya sangat bersedih jika, diantara kalian malah mencaci maki keturunan Walisongo itu, apalagi sampai menganggap mereka itu bukan Dzuriyat Rasulullah."

"Kalian disini, cuma nggandul berkahe Walisongo dan keturunan mereka."

"Jadi pesan saya kalian para Habaib/Sayyid dari Hadramaut, termaduk saya sendiri, jangan adi gang, adi gung, adi guna, di tanah yang bukan leluhur kita yang membangun."

"Kita wajib khidmah, ta'dhim, ngrungkebi, terhadap seluruh keturunan wali-9 itu."

"Dan mereka masih saudara tua kita, mereka bersatu dalam marga Al-Adzmatkhan, yang tersebar membaur dengan masyarakat asli negeri ini, bahkan Adzmatkhan banyak yang bersembunyi."

"Berhati hatilah dalam bergaul bersama mereka, karena sekali lagi mereka saudara yang lebih tua dari kita."

"Dan leluhur mereka lebih dahulu, membukakan pintu Rohmat Alloh di Tanah Nusantara ini, untuk warga asli dan juga untuk kita selaku saudara pendatang."

"Kita semua, yang bukan Al-Adzmatkhan ditanah ini hanyalah Nggandul barokahe wali-9 lan keturunan Walisongo."

"Kita sangat haram merendahkan mereka, untuk itu kita wajib hormat dan andap ashor kepada mereka."

"Kalau bicara dengan mereka, gunakanlah unggah ungguh Jawa yang baik dan benar gunakan bahsa kromo inggil khas Jawa."

"Kiranya itu yang dapat saya pesankan bagi kalian semua yang hadir disini."

"Semoga bermanfaat dan kalian tancapkan dalam dalam ke sanubari kalian, serta mengamalkanya dikehidupan kalian."

Demikian pesan khusus Habib Luthfi bin Yahya, yang juga Pemimpin Forum Ulama Sufi Sedunia.

*) Dipetik dari akun facebook Itqon Haqim, Jumat 27 November 2020.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Jan 2021 23:45 WIB

Datangi Asrama Isolasi, Emil Apresiasi Pemkab Trenggalek

Jawa Timur

Menurut Emil, hal tersebut sangat berdampak positif.

23 Jan 2021 23:30 WIB

Akui Positif Covid, Warganet Puji Doni Monardo

Nasional

Tetap bobol meski sudah ketat protokol kesehatan

23 Jan 2021 23:05 WIB

Tiba di Sulbar, Bantuan Polda Jatim Segera Segera Didistribusikan

Jawa Timur

Bantuan itu berupa APD Covid-19, makanan, hingga keperluan bayi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...