Habib Hasan Mulachela saat di Gedung Negara Grahadi. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)

Habib Tajir Melintir Crazy Rich dari Solo Sindir Risma

Jawa Timur 31 May 2020 07:08 WIB

Habib sekaligus crazy rich asal Solo, Habib Hasan Mulachela datang berkunjung ke Gedung Negara Grahadi siang kemarin, Sabtu 30 Mei 2020. Tak hanya datang berkunjung, dia juga menyatakan ingin membantu penanganan Covid-19. Asal tahu saja, habib tajir asal Solo ini pernah viral di media sosial, karena membagikan ribuan sembako secara mandiri dengan menggunakan mobil mewahnya.

Kini, habib pengusaha katering itu melanjutkan aksi sosialnya di Jawa Timur. Ia menyatakan prihatin Walikota Surabaya yang marah-marah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Apalagi hanya persoalan yang ia anggap ringan, yaitu mobil PCR bantuan BNPB Pusat yang dialihkan ke daerah lain.

Saat datang berkunjung ke Gedung Negara Grahadi Habib Hasan Mulachela, menyebut ingin menyumbangkan 300 botol cairan probiotik, yang ia percaya bisa menangkal virus Covid-19.

Dengan mengendarai mobil Honda CR-Z warna kuning, ia datang ke Gedung Negara Grahadi menyumbangan langsung kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

"Saya sangat prihatin. Itulah kenapa saya datang ke Jawa Timur. Padahal saya ini dari Solo Jawa Tengah, saya datang ke Jawa Timur karena ingin berbagi, untuk penanganan Covid-19," kata Habib Hasan, Sabtu 30 Mei 2020 di Gedung Negara Grahadi.

Ia menyebut saat bertemu Khofifah di dalam, ia dengan cermat mendengarkan penjelasan rencana penerapan New Normal di Jawa Timur. Dengan begitu, ia tahu kedepannya berapa banyak botol probiotik yang bisa sumbangkan ke warga Jawa Timur. Habib mengklaim minuman probiotik yang ia sumbangkan harganya mencapai ratusan ribu per boto.

Dirinya berharap, dengan cara berbagi minuman kesehatan seperti ini, bisa membuat tentram dan memberikan ketenangan bagi seluruh pihak di Jawa Timur. Baik itu aparat, para bupati dan walikota maupun kepada masyarakat.

Meski bukan warga Jawa Timur, Habib Hasan menyayangkan ada pemimpin daerah yang emosi dalam menangani pandemi Covid-19. Seharusnya lebih bisa menahan diri dan menenangkan masyarakat, yang kini sedang panik akibat wabah virus ini.

"Saya datang jauh-jauh untuk membuat ketenangan masyarakat. Lah yang di sini kok malah ada yang marah-marah. Ya, mestinya bisa ditahan lah. Menahan diri untuk warga sendiri," katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Jul 2020 09:30 WIB

Dibantu BIN, Peserta Ujian UTBK di Unair Bisa Rapid Test Gratis

Pendidikan

Puluhan peserta UTBK di Unair mendapatkan rapid test gratis.

05 Jul 2020 09:23 WIB

Begini Panduan Evakuasi Gempa di Tengah Pandemi Covid-19

Reportase

BMKG merilis panduan evakuasi gempa saat covid-19

05 Jul 2020 09:04 WIB

Biar Kaya Asal Sombong! Oh... Trump

As’ad Said Ali

Jangan tiru karena tak pakai masker di masa pandemi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...