PENEGASAN: Gus Yahya Cholil Staquf ketika memberikan sambutan di Gedung PBNU Jakarta. (foto: ist)
PENEGASAN: Gus Yahya Cholil Staquf ketika memberikan sambutan di Gedung PBNU Jakarta. (foto: ist)

Gus Yahya: Pancasila, Kontribusi Indonesia bagi Peradaban Dunia

Ngopibareng.id Cethe Gus Staquf 02 June 2018 11:08 WIB
“Sukarno tak kenal lelah menyeru kepada dunia agar menengok kepada Pancasila sebagai persembahan bangsa Indonesia bagi peradaban dunia,” kata Gus Yahya C Staquf.

KH Yahya Cholil Staquf, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, mengatakan, konflik antar-identitas dan antar-peradaban yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini telah mengarah kepada kegentingan global. Perlu ‘resep yang mujarab’ untuk mengurai kemelut tersebut.

Menurut Gus Yahya, panggilan akrabnya, bangsa Indonesia memiliki ‘resep’ itu, yakni Pancasila. Soekarno (Presiden Indonesia pertama) dan KH Abdurrahman Wahid (Presiden Indonesia keempat) senantiasa ‘mempromosikan’ Pancasila di dunia internasional.

“Sukarno tak kenal lelah menyeru kepada dunia agar menengok kepada Pancasila sebagai persembahan bangsa Indonesia bagi peradaban dunia,” kata Gus Yahya, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Sabtu (2/6/2018).

Menurut Katib ‘Am PBNU ini, para pendiri bangsa (founding parents) Indonesia telah menyusun ‘formula’ untuk mengatasi persoalan multi dimensi yang mendera dunia global seperti saat ini. Mereka memiliki visi dan cita-cita yaitu mewujudkan peradaban mulia bagi seluruh umat manusia sebagaimana yang tertera –baik tersurat atau tersirat- di Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) RI Tahun 1945.

“Ini adalah wawasan yang sangat dibutuhkan oleh dunia,” tegasnya.

Baginya, bangsa Indonesia memiliki modal dan kekuatan untuk membantu seluruh umat manusia keluar dari kemelut yang menderanya dan mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik ke depan.

Dia menambahkan, Indonesia juga memiliki kekayaan peradaban yang besar yang diwarisi dari generasi sebelumnya, di samping kekayaan ekonomi. 

“Saya berharap, segera bangkit kesadaran seluruh anak bangsa, terutama para pemimpin, bahwa kita sebagai satu bangsa tidak sedang sekedar mengarungi lautan gejolak dunia untuk mencari keselamatan bagi diri sendiri saja,” terangnya.

“Hanya kita, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang memiliki warisan visi dan cita-cita agung yang secara gamblang dijabarkan dan secara tegas dikukuhkan sebagai konsensus bangsa seperti itu,” urainya. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 10:52 WIB

Katib Aam PBNU: Penting Inisiatif Peradaban Baru

Khazanah

PCNU Kota Pasuruan Gelar Harlah ke-98 NU

27 Feb 2021 11:59 WIB

Media Sosial Memajukan Peradaban dan Menjaga Moralitas

Nasional

BPIP menggelar webinar terkait peran media sosial terhadap Pancasila.

24 Feb 2021 07:11 WIB

Mengubah Kementerian Agama? Ini Fakta Negara Pancasila

As’ad Said Ali

Mewaspadai sikap penganut Liberalisme

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...