Sugi Nur Raharja (Gus Nur) memberi keterangan pasca persidangan putusan di Gedung PN Surabaya, Jalan Arjuno, Kamis 24 Oktober 2019. (Foto: fariz/ngopibareng.id)

Gus Nur Divonis Bersalah, Dihukum 1,5 Tahun Penjara

Hukum 24 October 2019 11:52 WIB

Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya secara resmi menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan penjara terhadap terdakwa pencemaran nama baik Sugi Nur Raharja atau Gus Nur. Putusan ini disampaikan dalam sidang putusan di Ruang Sidang Cakra, Gedung PN Surabaya, Jalan Arjuno, Surabaya, Kamis 24 Oktober 2019.

Slamet Riyadi selaku hakim yang memimpin sidang menyatakan, jika Gus Nur dianggap telah terbukti bersalah dan melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang juncto pasal 45 ayat (3) tentang UU ITE.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan telah mendsitribusikan transaksi elektronik yang bermuatan penghinaan. Dan dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun enam bulan, serta diminta untuk segera ditahan," kata Hakim Slamet saat membacakan putusan.

Selain itu majelis hakim menolak semua pledoi dari pihak Gus Nur. Ada beberapa pertimbangan dari majelis hakim di antaranya hal yang memberatkan dan meringankan.

Hal yang memberatkan terdakwa yaitu, perbuatan yang meresahkan masyarakat dan tidak menyesali perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa memiliki tanggungan keluarga dan mengakui perbuatannya.

Sementara itu, kuasa hukum Gus Nur, Ahmad Khozinudin mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan banding karena ada beberapa fakta yang tidak sampaikan.

"Ada beberapa fakta hukum yang luput dari pertimbangan dan ada pertimbangan majelis hakim menurut kami tidak relevan. Kami berharap di tingkat pengadilan tinggi nanti masih bisa mempertimbangkan lain yang jadi pertimbangan yang dihasilkan dalam memori banding nanti," katanya usai persidangan.

Ahmad menjelaskan, jika pertimbangan hukumnya adalah kuasa hukum dalam konteks pidana ini dinilai tidak memilah-milah mana dan siapa orang yang mendistribusikan atau mentransmisikan konten yang harus bertanggung jawab.

Serta, bahwa pertimbangan tafsir yang disambut positif oleh majelis persidangan. Bahwa terdakwa meminta agar menafsirkan seluruh rekaman video, baru diambil keputusan. Sedangkan, dalam prosesnya hanya diambil sekitar 1 menit 26 detik yang berisikan kalimat penghinaan.

"Itu menurut kami tidak relevan karena tafsir tadi dikunci untuk proses mempersoalkan Gus Nur saja," katanya.

Sedangkan Gus Nur mengaku tidak kecewa dengan keputusan yang telah disampaikan oleh majelis hakim. "Saya tidak dalam posisi kecewa saya serahkan semua kepada Allah. Kita saling mendoakan yang terbaik. Hakim sehat, jaksanya sehat, pelapornya sehat, semua sehat, barakallah, barakallah, barakallah," ungkapnya.

Putusan yang dijatuhkan hari ini, hukuman lebih ringan mengingat pada sidang tuntutan Gus Nur dituntut hukuman oleh Jaksa Penuntut Umum selama dua tahun penjara.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 17:10 WIB

SMK Model PGRI 1 Mejayan Madiun Produksi Mobil Listrik

Nasional

Produksi mobil listrik saat pandemi corona.

20 Sep 2020 15:55 WIB

Mbah Katimin, Penjaga Hutan di Lereng Gunung Klotok Kediri

Feature

Mbah Katimin tinggal di dalam hutan sejak masa Presiden Soeharto.

20 Sep 2020 15:28 WIB

Tiga Poin Pernyataan Sikap, PBNU: Tunda Pilkada Serentak

Nasional

Sulit terhindar dari konsentrasi orang dalam jumlah banyak

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...