Ini Versi Gus Nur: Aslinya Tak Ada Niat Bikin Cemar

23 Nov 2018 15:24 Kriminalitas

Kasus sudah menggelinding. Status juga sudah berubah. Hasil pemeriksaan sudah diputuskan: Gus Nur tersangka.

Pendukungnya yang sempat melakukan aksi massa di depan Mapolda juga kecewa. Kecewa dengan keputusan Polda Jawa Timur.

Status tersangka sepertinya tak cukup mengagetkan Gus Nur. Bisa disimak, saat keluar dari ruang pemeriksaan Gus Nur masih terlihat santai. Masih bisa menebar senyuman. Meski hanya terlihat tipis-tipis. 

Padahal, sebelum itu, tak kurang dari lima jam Gus Nur dicecar pertanyaan penyidik Polda Jatim. Pertanyaan agar dia membeber dugaan pencemaran nama baik yang menimpanya.

Kesan santai itu juga terlihat saat memberi penjelasan kepada para wartawan. Para wartawan, termasuk ngopibareng.id yang menunggui proses pemeriksaan lima jam itu berakhir dan menghasilkan keputusan.

"Begini kronologisnya," kata Gus Nur.

Bahwa ada akun bernama Generasi Muda NU. Akun itu membuat status yang menurutnya mengundang respon. Status itu berisikan 20 daftar Ustad Wahabi dan radikal. Dalam status itu dirinya, namanya, masuk ke dalan daftar yang disebut.

Respon dilakukan atas akun itu. Karena menyangkut nama yang dibawa-bawa, maka respon menjadi panjang. Setelah respon berlalu, Gus Nur mendapati dirinya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan mencemarkan nama baik NU.

"Tiba-tiba ada orang yang saya gak kenal melaporkan saya. Padahal ini adalah urusan saya dengan pemilik akun ini. Orang yang melaporkan saya ini dikira saya mencemarkan nama baik NU," kata Gus Nur.

Dirinya diserang. Lalu dia serang balik. Gus Nur hanya menyerang pemilik akun. Bukan NU. "Padahal saya mengcounter akun ini, akun Generasi Muda NU itu," kata Gus Nur.

"Jadi begitu kronologis sederhanannya," lanjut dia.

Faktanya ada tayangan video. Dan video itu menjadi alat bukti polisi untuk bergerak melakukan penyidikan. Video itu terpotong semenit, dari total durasinya yang mencapai 28 menit. Video ini yang kemudian menjadi alat bukti sebagai dugaan menghina NU.

"Jadi seolah-olah saya menghina NU habis-habisan. Padahal yang saya permasalahkan itu akunnya Genersi Muda NU," kilah Gus Nur.

Status tersangka  itu tak bisa diubah. Alat bukti sudah ada di polisi. Proses harus berlanjut. Hukum harus berjalan. Tokoh FPI Jatim ini pun mengaku lapang dada dan akan menjalani proses kasus dugaan pencemaran nama baik yang menimpanya.

Senyumnya mulai kian menipis. Kanan dan kiri tetap dalam kawalan polisi. Keterangan kronologi yang dia bagikan kepada wartawan disudahinya.

Sebelum kembali dibawa polisi, Gus Nur menyentilkan beberapa kata menggelitik, juga mengundang tanya dan tafsir, "Mudah-mudahan Surabaya aman, semua aman, polisi aman, yang melaporkan aman, Bansernya aman, Ansornya juga aman."

Alamak... apa maksudnya soal aman, aman, dan aman itu ya... (roesdan suriansyah)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini