PUISI: KH A Mustofa Bisri ketika baca puisi. (foto: dok ngopibareng.id)
PUISI: KH A Mustofa Bisri ketika baca puisi. (foto: dok ngopibareng.id)

Gus Mus Menertawakan Masyarakat, Ini Puisi ”Negeri Haha Hihi”

Ngopibareng.id Khazanah 03 April 2018 15:25 WIB

KH Ahmad Mustofa Bisri, akrab dipanggil Gus Mus, seorang penyair yang setiap karyanya mengandung nilai kritik. Kritik terhadap kondisi masyarakat, kritik terhadap kekuasaan. Namun, tidak sampai menyinggung perasaan orang lain. Tapi, bahkan, puisi-puisi Gus Mus pernah dikenal sebagai Puisi Balsem lantaran hangat dan kritis itu.

Sebuah puisi Gus Mus, sesungguhnya menangkap kondisi masyarakat, namun disampaikan dengan tetap santun. Puisi gubahannya itu berjudul “Negara HaHa HiHi.” Gus Mus tidak sampai menimbulkan retaknya persatuan di masyarakat, sebagaimana terjadi pada puisi Sukmawati Soekarnoputri itu.

“Karya Gus Mus, jauh lebih elegan & sangat berkelas...Trima kasih telah menunjukkan kpd bangsa ini,” tutur Arifin, seorang penggemar Gus Mus pada ngopibareng.id.

“Negara HaHa HiHi” adalah puisi yang ditulis oleh Gus Mus pada era 1980an untuk mengkritik pemerintahan Orde Baru. Puisi tersebut sampai sekarang masih dipakai oleh kalangan mahasiswa dan pegiat seni untuk mengkritik perilaku pemerintah.

Berikut isi puisi “Negara Haha Hihi” dan juga videonya.

NEGERI HAHA HIHI

Karya: A. Mustofa Bisri

Bukan karena banyaknya grup lawak
Maka negeriku selalu kocak

Justru grup grup lawak hanya menggangu

Dan banyak yang bikin muak

Negeriku lucu
Dan para pemimpinnya selalu mengocok perut
Banyak yang terus pamer kebodohan
Dengan keangkuhan yang menggelikan
Banyak yang terus pamer keberanian
Dengan kebodohan yang mengharukan
Banyak yang terus memerkan ke kerdilan
Dengan teriakan yang terus memilukan
Banyak yang pamer kepengecutan

Dengan laga yang terus memuakan
HAHAHA.. PENEGAK KEADILAN JALANNYA MIRING
PENUNTUT KEADILAN KEPALANYA PUSING
HAKIM MAIN MATA DENGAN MALING
WAKIL RAKYAT BAUNYA PESING
HIHIHI..

Kalian jual janji untuk menebus kepentingan sendiri
Kalian hafal petatah petitih untuk mengelabui mereka yang tertindih
PETATAH PETITIH HAHA
Anjing menggonggong Kapilah berlalu
Sambil menggonggong kalin terus berlalu, hahaaha
Ada udang di balik batu,
Ada udang kepalanya batu
Haha, sekali dayung dua pulau terlewati
Sekali untung dua pulau terbeli
Gajah mati meninggalkan gading

Harimau mati meninggalkan belang
KALIAN MATI MENINGGALKAN UTANG

Hujan emas dinegeri orang
Hujan batu dinegeri sendiri

Lebih baik yu
Hujan hujanan caci maki

Ha ha, hi hi... Hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri sendiri Lebih baik yuk hujan-hujanan caci-maki Ha ha, hi hi...
(adu)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Nov 2020 19:09 WIB

Haedar Nashir: Kritik Itu Energi Positif Makin Aktif Berdakwah

Khazanah

Memperkenalkan pendidikan Islam modern

20 Nov 2020 09:45 WIB

Celoteh Butet, Jumat Barokah Gus Mus Selalu Sejuk

Khazanah

"selalu mengayomi dan menyejukkan setiap orang, apa pun agamanya

17 Nov 2020 06:16 WIB

Laknat Bisa Kau Tembakkan, Ini Puisi "Mulut" Gus Mus

Khazanah

Puisi balsem yang selalu menghangatkan tubuh kita

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...