Gus Ipul Dorong Perajin Logam di Jatim Wujudkan Swasembada Cangkul

Jawa Timur 06 April 2018 23:56 WIB

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi sentra perajin logam Pasuruan, Jumat (6/4). Ditemani KH Idris Hamid, Gus Ipul mengunjungi bengkel logam milik Haji Imron yang ada di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Di dalam kunjungan ini, keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mendapat beberapa masukan. Di antaranya, dengan menjadikan sentra logam di Pasuruan ini sebagai pusat produksi cangkul (pacul) hingga mewujudkan swasembada cangkul di Indonesia.

Menurut Gus Ipul, Jawa Timur memiliki potensi untuk mencapai target ini. Potensi ini di antaranya bisa dilihat dari besarnya pesanan dan kualitas.

Bahkan, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pernah memesan empat ribu cangkul kepada perusahaan ini. "Mereka (produsen) sebenarnya sudah siap. Namun, memang perlu beberapa peningkatan di beberapa sektor," ujarnya.

Meskipun demikian, Gus Ipul menilai masih memerlukan beberapa peningkatan. "Namun, untuk bisa swasembada pacul itu memang belum bisa sesuai dengan rencana yang ditentukan," jelasnya.

Satu di antara masalah yang dihadapi oleh pengerajin adalah masih besarnya impor cangkul. Harga yang bersaing dengan kualitas yang relatif sama membuat cangkul lokal sulit bersaing.

Oleh karenanya, apabila dirinya terpilih, Gus Ipul berkomitmen untuk membantu para pengerajin dengan memberikan regulasi yang berpihak. Diantaranya dengan memberikan afirmasi kepada para pengerajin.

"Industri logam memang butuh perlindungan. Perlu afirmasi. Apalagi, bahan sudah tidah perlu impor. Bahannya sudah ada di sini," tegas Wakil Gubernur Jatim yang saat ini sedang cuti ini.

"Cuma memang perlu dukungan regulasi. Perlu adanya kebijakan yang memberikan kesempatan kepada para pengerajin," ulasnya.

Menurutnya, sekalipun harga impor relatif lebih murah, namun barang lokal tetaplah yang harus diutamakan. "Kami menegaskan bahwa lebih baik menggunakan produk dalam negeri dibanding impor," tegas mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.

Apabila, terpilih sebagai gubernur mendatang, Gus Ipul akan berkomunikasi dengan pemerintah pusat. "Saya akan memastikan bahwa industri kita bisa bersaing. Sehingga, Impornya harus distop," tegasnya.

Di sisi lain, industri lokal juga harus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk agar sama dengan produk impor. Di dalam hal ini, pemerintah akan menyiapkan bantuan permodalan.

"Saya kira kalau soal pembiayaan dan permodalan sudah banyak diakomodasi oleh pemerintah melalui pemberian pinjaman dengan bunga yang murah," jelasnya.

"Namun, itu belum cukup, perlu adanya perlu adanya peningkatan order. Pemasaran harus ada. Kalau ada order, produksi bisa dimulai," ujar kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Sep 2020 14:45 WIB

Tunda Pilkada, Kiai Said: Ini Tanggung Jawab Kemanusiaan bagi NU

Khazanah

"Politik bisa ditunda, tapi keselamatan nyawa tak bisa ditunda"

22 Sep 2020 18:04 WIB

Tak Ada Pembangunan, Nelayan Kota Pasuruan Mengeluh ke Gus Ipul

Pilkada

Gus Ipul blusukan ke kampung nelayan Kota Pasuruan.

22 Sep 2020 16:35 WIB

Polda Jatim Sosialisasikan Maklumat Kapolri dalam Pilkada

Pilkada

Maklumat Kapolri dalam Pilkada tidak mengundang banyak kerumunan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...