Ketua Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Retno Sari. (Foto: Dok. Pemkot Surabaya)

Guru Besar Unair: Disinfektan di Bilik Sterilisasi Pemkot Aman

Surabaya 29 March 2020 22:48 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kandungan yang ada di dalam cairan disinfektan, baik yang disemprot maupun yang terdapat dalam bilik sterilisasi Pemkot itu aman. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Retno Sari.

Ia mengungkapkan, bahan yang selama ini digunakan untuk penyemprotan di bilik sterilisasi atau bilik disinfeksi adalah benzalkonium chloride. Prinsipnya, bahan-bahan itu merupakan kelompok senyawa ammonium quarterner yang bersifat surfaktan.

"Surfaktan artinya dia akan mempengaruhi permukaan. Biasanya kalau sabun itu termasuk surfaktan. Bahan aktif sabun itu termasuk surfaktan. Artinya kalau kita mencuci tangan dengan sabun, itu bahan-bahan yang lemak proteinnya akan berikatan, kemudian akan menggumpal dan akan merusak virus," kata Retno, Minggu, 29 Maret 2020.

Dalam hal ini, Retno menjelaskan, bahwa virus merupakan makhluk hidup atau not living organism yang tidak ada dinding selnya, namun ada lapisan proteinnya. Sehingga kalau protein itu terkena bahan yang sifatnya mempengaruhi sifat permukaannya, maka virus akan menggumpal dan rusak.

 "Jadi bahan yang digunakan selama ini untuk bilik itu, tentu saja dengan kadar yang aman. Kalau ada yang menyampaikan ada efek samping dan sebagainya, semua bahan yang digunakan tidak sesuai dengan kadarnya pasti ada efek sampingnya," jelas Retno.

Karena itu, perempuan tersebut kembali memastikan, bahwa kandungan yang ada di dalam cairan disinfektan, baik yang disemprot maupun yang terdapat di dalam bilik sterilisasi itu aman. Sehingga kekhawatiran masyarakat sekarang terkait hal itu tidak perlu terjadi lagi.

"Bahwa cairan desinfeksi yang dipakai bilik chamber itu cukup aman dan sesuai dengan takarannya," terangnya.

Selain itu, Retno juga memaparkan, bahwa proses disinfeksi berbeda dengan sterilisasi. Kalau sterilisasi, maka harus benar-benar steril dan mikrobanya harus 0.

Sedangkan disinfeksi, hanya menurunkan jumlah bakteri virus sampai dia tidak membahayakan kesehatan. Meski bahan yang digunakan sama, baik yang di bilik sterilisasi maupun yang disemprot, namun ia juga tetap menganjurkan masyarakat untuk mandi dan cuci tangan jika sampai di rumah.

"Dalam situasi seperti ini kan semua upaya dilakukan untuk meminimalisir risiko. Jadi pengendaliannya sudah ketat ya. Di dalam peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terdapat pedoman yang menyebutkan terkait panduan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan dan langkah-langkah disinfeksi dalam pencegahan virus Covid-19," tutur Retno.

"Juga berdasarkan WHO tahun 2020. Kemudian bahan-bahan tadi itu juga membunuh virus bakteri dan jamur," imbuhnya.

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Jun 2020 23:50 WIB

Tak Tahu Kata Sis dan Sister, Kekeyi Minta Maaf

Hiburan

Kekeyi tak paham kata sis dan sister dalam bahasa Inggris.

04 Jun 2020 23:40 WIB

Tragedi Zoom Meeting, Senator Buka Baju dan Telanjang Dada

Internasional

Senator asal Meksiko telanjang dada saat digelar Zoom Meeting.

04 Jun 2020 23:00 WIB

Arzeti Bilbina Prihatin Konflik Pemprov Jatim Vs Pemkota Surabaya

Jawa Timur

Arzeti Bilbina imbau jangan ada konflik.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...