Gubernur Jatim Temui Pengungsi Korban Angin Kencang di Batu

21 Oct 2019 18:50 Jawa Timur

Bencana angin kencang yang melanda wilayah Batu menyita perhatian Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Khofifah mendatangi lokasi pengungsian di Balai Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Ditemani oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Gubernur melihat kondisi para pengungsi. Gubernur menyalami dan juga memeluk beberapa pengungsi sambil bercakap-cakap terkait pelayanan makan, kesehatan, dan lain-lain.

"Kedatangan saya ke Batu ini bentuk dari kerelawanan dan kemanusiaan untuk memberikan dukungan psikologis dari para pengungsi," katanya saat ditemui di lokasi pengungsian.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Jatim untuk memberikan dukungan, minimal dalam bentuk doa, jika tidak bisa datang secara langsung.

"Karena ada dari para pengungsi yang rumahnya rusak, seperti gentingnya pecah, kaca jendelanya juga pecah. Ada juga yang rumahnya tertutup debu. Ini menimbulkan keprihatinan," ujar Khofifah.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, sebanyak 287 dari 1.182 pengungsi sedang dirawat di layanan kesehatan yang ada di puskesmas, posko dan rumah sakit setempat. Para pengungsi ini kebanyakan mengalami gangguan pernapasan.

Kejadian bencana angin kencang tersebut terjadi mulai Sabtu, 19 Oktober 2019 kurang lebih pukul 23.30 WIB. Hingga Minggu, 20 Oktober 2019, berdasarkan laporan BPBD Kota Batu hembusan angin belum berhenti. Sementara, pada Senin, 21 Oktober 2019 angin masih berhembus dengan intensitas sedang.

Ada sebanyak tiga desa yang terdampak angin kencang tersebut, yakni Desa Sumber Brantas, Desa Gunungsari, dan Desa Sumbergondo, yang ketiganya berada di wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Saat ini, para pengungsi tersebut berada di rumah dinas Wali Kota Batu, Balai Desa Punten, Posko BPBD Kota Batu, Balai Desa Tulungrejo, SDN 1 Punten, Balai Desa Sidomulyo, dan Kantor Kelurahan Songgokerto.

Akibat angin kencang tersebut, banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun fasilitas umum. Selain itu, aliran listrik juga padam yang berdampak pada terganggunya jaringan komunikasi.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini