Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara tanam pohon bersama di bekas galian pasir Desa Kendalsari Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, Rabu 11 November 2020. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara tanam pohon bersama di bekas galian pasir Desa Kendalsari Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, Rabu 11 November 2020. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

Gubernur Ganjar Reboisasi di Bekas Galian Penambangan Pasir

Ngopibareng.id Nusantara 11 November 2020 20:30 WIB

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan masyarakat Klaten yang ada di lereng Gunung Merapi tidak melakukan penambangan liar. Warga juga diminta melakukan reboisasi di bekas lokasi penambangan pasir demi menjaga lingkungan.

Hal itu disampaikan Ganjar saat mengikuti acara tanam pohon bersama di bekas galian pasir Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Rabu 11 November 2020. Dalam kesempatan itu, Ganjar mengingatkan warga yang hadir dalam acara penanaman agar melakukan penambangan dengan cara yang benar.

"Saya minta para penambang jangan liar ya, jangan merusak jalan. Ojo ngerusak (jangan merusak) sumber air, nanti rezekinya ndak barokah karena didoakan orang banyak. Hasile dimakan ya tidak enak. Iki tak elingke ya (ini saya ingatkan ya)" kata Ganjar.

Daerah tersebut memang menjadi sentra penghasil pasir. Banyak masyarakat yang mengandalkan hidup dengan cara menambang dan menjual pasir di desa itu. Maka dari itu, di beberapa tempat banyak ditemukan lokasi penambangan warga yang menjadi kubangan-kubangan cukup dalam.

"Di Klaten ini ada wilayah-wilayah yang banyak padas dan ditambang, sehingga jadi lahan kritis. Maka saat ini, mumpung musim penghujan saya minta ditanami kembali," tegasnya.

Dengan penanaman itu, lokasi bekas tambang yang menjadi lahan kritis bisa kembali hijau. Selain itu, penanaman pohon juga bisa menjamin ketersediaan air bagi warga.

"Kalau ditanami kan mata airnya jadi banyak, nanti rimbun dan tanamannya bisa dimanfaatkan rakyat. Maka saya dorong di daerah-daerah lahan kritis seperti ini, digalakkan penanaman pohon selama musim penghujan," pungkasnya.

Salah satu warga, Prapto (60) menuturkan di desanya terdapat kelompok-kelompok tani yang memanfaatkan lahan bekas galian pasir untuk ditanami. Ia berharap, dengan penanaman pohon itu masyarakat tidak akan kesulitan sumber air saat kemarau.

"Dulu disini padas, kemudian diambil pasirnya. Bekasnya ini kami tanami untuk kemudian nanti hasilnya bisa dipanen. Kalau rimbun kan sumber air terjaga," katanya.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Mar 2021 22:47 WIB

Gus Muid Kembali Dipilih Pimpin DPC PKB Kota Kediri

Politik

Muscab DPC PKB juga merekomendasikan Gus Muid maju Pilkada

07 Mar 2021 22:30 WIB

Quartararo Akui Kesulitan Pahami Motor M1

MotoGP

Quartararo berharap bisa lebih baik di latihan resmi kedua hari ini.

07 Mar 2021 22:01 WIB

Bamsoet Minta Owner Ferarri Promosikan Indonesia Saat Touring

Nasional

Saat touring bisa mendokumentasikan keindahan Indonesia di medsos.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...