Google Doodle menampilkan gambar katak meniup terompet dan gemerlap kembang api untuk menyambut Tahun Baru 2020. (Foto: Google).

Google Doodle Rayakan Tahun Baru 2020 dengan Katak Cuaca

Hiburan 31 December 2019 09:29 WIB

Tahun Baru 2020 tinggal hitungan jam. Tepat tengah malam nanti, lembaran tahun baru akan terbuka. Selamat tinggal 2019, selamat datang 2020.

Menyambut Tahun Baru, Google turut merayakan dengan menampilkan tema di laman pencarian mereka. Google Doodle di hari terakhir 2019 ini menampilkan seekor katak yang sedang duduk di atas atap perkotaan sambil meniup terompet.

Dia tak sendiri. Seekor burung kecil menemani sambil meniup terompet. Mereka menikmati suasana di bawah taburan gemerlap cahaya kembang api yang berwarna-warni.

”Google Doodle hari ini seekor katak cuaca (Froggy) yang akan membantu menelpon 2020. Kamu mungkin pernah melihat Froggy sebelumnya, saat melihat cuaca di Google Search di perangkat selulermu,” tulis Google di laman mereka, Selasa 31 Desember 2019.

”Froggy bersiap untuk perayaan Tahun Baru dalam segala cuaca. Dia mengatakan dia sangat bersemangat karena ini adalah Tahun Kabisat,” demikian penjelasannya.

Jika anda masuk dalam gambar tersebut, maka akan dialihkan ke halaman pencarian Google yang berhubungan dengan tahun baru atau New Year's Eve 2019.

Dalam halaman pencarian tersebut terdapat video perayaan tahun baru dari berbagai negara, berita unik mengenai tahun baru.

Bahkan dalam pencarian tersebut, anda juga bisa mengetahui film dengan judul dan tema seputar tahun baru.

Seperti yang ditampilkan kali ini film tahun 2012 berjudul New Year's Eve dengan genre komedi romantis.

Meski tahun baru dirayakan gegap gempita oleh seluruh dunia. Namun, tak semua negara akan menikmati bersamaan karena perbedaan zona waktu. Umumnya, tempat pertama yang merayakan Tahun Baru yakni Tonga, Samoa, dan Kiribati atau Christmas Island di Kepulauan Pasifik.

Setelah Tahun Baru di tiga lokasi itu, kemeriahan pergantian tahun pun bergulir ke penjuru dunia. Tempat-tempat ikonik akan menjadi area berkumpul ribuan manusia. Sebut saja Sydney Harbour, Australia atau Times Square, New York, Amerika Serikat.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Sep 2020 11:47 WIB

Nasihati Nadiem, Haedar Ungkap Peta Jalan Pendidikan Indonesia

Khazanah

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam konsen dalam dunia pendidikan

19 Sep 2020 11:45 WIB

Tim SAR Evakuasi Kru Helikopter PT NUH dari Pedalaman Paniai

Timur Indonesia

Para kru helikopter ditemukan selamat.

19 Sep 2020 11:37 WIB

Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Bercocok Tanam Lahan Sempit

Teknologi dan Inovasi

Menjadi solusi bercocok tanam di lahan sempit.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...