Arif Fathoni saat berbincang di DPRD Kota Surabaya. (Foto: Alief/ngopibareng.id)

PILKADA SURABAYA 2020Golkar Hanya Sodorkan Nama Gus Hans untuk Dampingi Machfud Arifin

06 Aug 2020 06:49

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Calon pendamping bakal calon Walikota Surabaya, Machfud Arifin mulai dilirik. Salah satunya oleh oleh salah satu partai pengusung Machfud Arifin yaitu Golkar. Golkar disebut sudah menyodorkan nama.

Ketua DPD 2 Golkar Surabaya, Arif Fathoni mengatakan, Golkar mengusulkan nama Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans sebagai figur yang akan mendampingi Machfud Arifin (MA) di pemilihan Walikota Surabaya.

"Kemarin rekomendasi usulan itu sudah kami serahkan ke Pak MA," kata Arif Fathoni, Rabu 5 Agustus 2020.

Kata Toni, panggilan akrab Arif Fathoni yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya, partainya sudah memangkas jumlah bakal calon wakil walikota yang diusulkan dari partainya. Awalnya ada dua orang yang ingin disodorkan.

Namun, kemudian mengerucut menjadi satu nama saja yang disodorkan. Akhirnya Gus Hans menjadi calon tunggal yang disodorkan Golkar sebagai calon pendamping Machfud Arifin dalam pemilihan Walikota Surabaya Desember nanti.

"Dibalas melalui surat oleh Pak MA agar ajukan satu nama saja," katanya.

Anggota DPRD Surabaya itu juga menjelaskan mengapa mengusulkan Gus Hans sebagai calon pendamping Machfud Arifin. Nama Gus Hans diusulkan karena dianggap yang paling siap. Menurutnya, Gus Hans sudah lama menyatakan ingin menjadi kontestan di pemilihan Walikota Surabaya. Apalagi menurut Toni, tingkat keterpilihan Gus Hans juga tinggi. Terutama di kalangan warga Nahdliyin. Dengan bekal itu Toni yakin, bakal calon wakil walikota yang diusulkan Golkar lebih baik dari yang lain.

"Tapi kita tidak akan mendesak-desak karena tergabung dalam koalisi partai. Semua terserah Pak MA. Kalaupun calon kita nanti dipilih alhamdullilah. Kalau tidak ya tidak apa-apa," katanya.

Menurut Toni surat rekomendasi calon kepala daerah dalam pemilihan walikota Surabaya dari Golkar masih menunggu figur bacawawali yang dipilih MA. Karena sesuai aturan KPU, surat rekomendasi partai harus berpasangan.

"Surat rekomendasi itu akan diberikan kalau Pak MA sudah berpasangan, karena surat rekomendasi yang diserahkan ke KPU Surabaya nanti harus sudah berpasangan," ungkapnya.

Ia menyebut Golkar memberikan kesempatan sepenuhnya kepada Machfud Arifin untuk memilih wakil. Yang terpenting, sosok itu bisa mengerek elektabilitas Machfud Arifin dan juga bisa menyatukan partai koalisi.

"Kami tegak lurus, tetap mendukung pak MA. Siapapun wakilnya. Tapi harus tetap tidak memberatkan Pak MA," pungkasnya.