Goenawan Mohamad (GM), penulis esai tetap di Majalah Tempo,

Perdamaian untuk PalestinaGM Ingatkan Bahaya Kata-kata Kasar dan Ujaran Kebencian

18 Jun 2018 09:23

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

"Pengalaman tahun 1960-an: kata-kata kasar menghambur bersama kebencian -- dan akhirnya pertumpahan darah". @gm_gm.

Goenawan Mohamad (GM), pemikir Indonesia terkemuka, mengingatkan bahaya ujaran kebencian yang bertebaran di medsos.

"Pengalaman tahun 1960-an: kata-kata kasar menghambur bersama kebencian -- dan akhirnya pertumpahan darah". Demikian di twitter @gm_gm, miliknya.

Beginilah kegelisahan penulis esai Catatan Pinggir ini:

Pendiri majalah berita mingguan Tempo itu merasakan prihatin atas pernyataan seorang politikus.

"Seorang politikus PKS, Salmah Alfarisi menyebut KH Yahya Cholil Staquf, 'cecunguk'. PKS tak pantas membiarkan kadernya menggunakan makian kasar seperti itu".

Dalam pantauan ngopibareng.id, terdapat sejumlah kata-kata kasar yang diluapkan via medsos, ditujukan pada Gus Yahya Cholil Staquf. Khususnya, merespon secara emosional akan langkah Gus Yahya ke Israel. Celotehan kasar itu cukup disayangkan, karena keluar dari sejumlah aktivis Islam, yang justru bertolak belakang dari nilai ajaran yang semestinya mengedepankan akhlakul karimah dan adab kesantunan.

Akhirnya,Salman Afarisi pun mengakui dan menulis di akun facebooknya: