Sejumlah pemilik toko di kawasan Pasar Baru, Kota Probolinggo mengadu Walikota Hadi Zainal Abidin. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)
Sejumlah pemilik toko di kawasan Pasar Baru, Kota Probolinggo mengadu Walikota Hadi Zainal Abidin. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Giliran Pemilik Toko di Pasar Baru Mengadu Walikota

Ngopibareng.id Jawa Timur 31 March 2020 19:16 WIB

Setelah pertengahan Maret lalu puluhan pedagang Pasar Baru ngeluruk Pemkot Probolinggo, giliran sejumlah pemilik toko mengadukan hal serupa, Selasa, 31 Maret 2020.

Para pemilik toko di komplek Pasar Baru yakni, di Jalan Niaga dan Jalan Prajurit Siaman itu mengeluhkan, proyek pembangunan Pasar Baru yang berlarut-larut sekitar tiga tahun.

“Pengaduan tertulis dari para pemilik toko di Pasar Baru sudah kami terima,” kata Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainan Abidin saat menerima para pemilik toko di lobi Pemkot Probolinggo.

Surat yang ditujukan walikota itu juga ditembuskan ke Ketua DPRD, Ketua Komisi III, hingga pihak kelurahan. Intinya, para pemilik toko mengeluhkan, proyek pasar yang tidak kunjung selesai.

“Tolong proyek Pasar Baru dipercepat, ini sudah tiga tahun tidak juga selesai. Dampaknya sangat merugikan kami para pemilik toko di Jalan Prajurit Siaman dan Jalan Niaga,” ujar Tommy, pemilik toko di Jalan Niaga.

Hal senada diungkapkan pemilik toko lainnya, Edi. “Ketika proyek pasar dibangun, para pedagang ditampung di tempat penampungan sementara (TPS) yang terletak di Jalan Niaga dan Jalan Prajurit Siaman. Keberadaan TPS di ruas kedua jalan itu mengganggu toko-toko kami,” katanya.

Selain membuat arus lalu-lintas di kedua jalan itu terhambat, dampak lain kawasan itu menjadi kumuh, becek, dan berbau tidak sedap. “Belum lagi, misalnya, mudah-mudahan tidak, kalau ada kebakaran, jelas mobil Damkar tidak bisa masuk. Juga kalau ada yang sakit, mobil ambulans tidak bisa masuk,” kata Tommy.

Bahkan ada sejumlah pohon yang rantingnya rimbun hingga kini tidak bisa dikepras oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Alasan DLH, mobilnya tidak bisa masuk ke Jalan Niaga da Jalan Prajurit Siaman,” kata Edi.

Dampak lain yang sangat dirugikan para pemilik tokok, omzet penjualan mereka merosot drastis. “Saya tidak tahu berapa rupiah kerugian kami, yang jelas omzet toko-toko kami merosot tajam, karena calon pembeli enggan datang,” tambah Edi.

Belum lagi, para pemilik toko dibebabi biaya operasional yang lebih tinggi. Soalnya mobil-mobil pemasok barang tidak bisa bongkar-muat di depan toko, tetapi di Jalan Panglima Sudirman.

Walikota pun berjanji memperhatikan keluhan para pemilik toko di komplek Pasar Baru. “Kami perhatikan semua keluhan pemilik toko,” katanya.

Yang jelas, Pasar Baru cukup diperbaiki atapnya, tidak perlu dilanjutkan ditingkat. “Selain itu lantai bawah dibersihkan, dilengkapi selokan. Tuntutan para pedagang beberapa waktu lalu juga demikian,” kata walikota.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Feb 2021 23:10 WIB

Resmi, Australia Wajibkan Google dan Facebook Bayar ke Media

Aplikasi

Undang-undang ini menjadi yang pertama di dunia.

25 Feb 2021 22:45 WIB

China Kini Punya Empat Vaksin Covid-19

Internasional

China juga belum mengeluarkan izin untuk vaksin buatan Barat.

25 Feb 2021 22:23 WIB

Kepolisian Awali Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Banyuwangi

Jawa Timur

Targetkan per hari bisa vaksin 100 orang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...