Gibran Rakabuming Raka, putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang sosok eyang, Sudjiatmi Notomiharjo. (Foto: Instagram @gibran_rakabuming)
Gibran Rakabuming Raka, putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang sosok eyang, Sudjiatmi Notomiharjo. (Foto: Instagram @gibran_rakabuming)

Gibran Rakabuming Mengenang Sosok Eyang Noto

Ngopibareng.id Human Interest 26 March 2020 08:00 WIB

Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomiharjo meninggal dunia di usia 77 tahun, Rabu 25 Maret 2020 pukul 16.45 WIB.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menyebut kondisi neneknya sakit, tapi tetap beraktivitas seperti biasa.

Hal itu disampaikan Gibran dalam unggahan di akun Instagram @gibran_rakabuming, Rabu pukul 23.18. Ayah Jan Ethes dan Lembah Manah ini mengunggah ilustrasi bergambar dia tengah dipeluk sang nenek.

"Begitu cepat eyang pergi menghadap-Nya, saat kami membutuhkan nasihat-nasihatnya," demikian keterangan yang menyertai ilustrasi tersebut.

Di ilustrasi kedua, Gibran digambarkan tengah berjalan bersama sang nenek. Seolah ingin mengenang sosok Sudjiatmi Notomiharjo, dalam lukisan yang diunggah Gibran itu terdapat tulisan, "Eyang adalah sosok panutan kami. Yang mengajari selalu bersikap rendah hati dan berbuat yang manfaat".

Gibran juga meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh eyang putrinya itu. Tak lupa dia juga meminta masyarakat mengikuti anjuran pemerintah menghindari kerumunan dan tidak menghadiri pemakaman eyangnya.

"Kami memintakan maaf atas kekurangan dan kekhilafan almarhumah semasa hidup. Bukan berarti keluarga melarang, tapi dengan tanpa mengurangi rasa hormat, dan mengikuti kebijakan pemerintah terhadap situasi tanah air, saya menyarankan untuk mendoakan dari rumah saja," pinta Gibran.

Berikut unggahan Gibran untuk mengenang eyang Sudjiatmi Notomiharjo selengkapnya:

Empat tahun Eyang Noto gerah, tapi tak pernah menunjukkan rasa sakitnya kepada anak-cucunya. Beliau masih berusaha mendatangi pengajian, dan kegiatan-kegiatan lain, bahkan kadang naik becak sendirian, atau meminta diantar sopir.

Eyang Noto tidak pernah mau membebani anak-cucunya untuk beragam aktifitas beliau. Puasa dan shalat tahajudnya tak pernah putus, untuk mendoakan kami semua anak-cucunya, agar menjadi orang yang berguna untuk orang banyak.

Kami sangat kehilangan atas kepergian beliau. Semoga Allah SWT mengampuni semua kesalahan semasa hidup, menerima semua amal baik dan dikaruniakan surga terbaik.

Kami memintakan maaf atas kekurangan dan kekhilafan almarhumah semasa hidup.

Bukan berarti keluarga melarang, tapi dengan tanpa mengurangi rasa hormat, dan mengikuti kebijakan pemerintah terhadap situasi tanah air, saya menyarankan untuk mendoakan dari rumah saja.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Dec 2020 10:00 WIB

Gunung Semeru Kembali Keluarkan Lava Pijar dan Sinar Api

Warta Bumi

Pengamatan berlangsung sepanjang Jumat, pukul 00:00-06:00 WIB.

04 Dec 2020 09:46 WIB

Kapolres Pekalongan Akui Anggotanya yang Ancam Penggal Rizieq

Nasional

Akan diperiksa kejiwaannya.

04 Dec 2020 09:45 WIB

Ada Masalah, Pfizer Pangkas Produksi Vaksin Hingga Separuh

Internasional

Pfiizer mengaku sulit mendapatkan bahan mentah vaksin.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...