Ilustrasi Surabaya 1275 M oleh G.H. Von Faber.

G.H. Von Faber Berkisah Tentang Surabaya 1275 M

Jejak Peradaban 15 March 2020 07:30 WIB

Tahun 1275 menjadi catatan tersendiri bagi kota Surabaya. Tapi tidak banyak orang mengetahui apa kaitan tahun 1275 dengan kota Surabaya. Pejabat pemerintah kota mungkin tidak tau. Apalagi warga kota Surabaya.

Hanya sebagian kecil saja warga kota mengetahui kaitan tahun 1275 dengan kota Surabaya. Diantaranya adalah sejarawan dan pemerhati sejarah. Jumlah mereka yang mengerti lebih sedikit dibandingkan dengan warga yang tidak mengetahuinya.

Buku kuno berbahasa Belanda lama "Er Werd Eenstad Geboren", karya G.H. Von Faber menyinggung kaitan tahun 1275 dengan Surabaya. G.H. von Faber, dalam buku itu, membuat hipotesis bahwa Surabaya didirikan oleh Raja Kertanegara (Raja Singasari terakhir) tahun 1275, sebagai pemukiman baru bagi para prajuritnya, yang telah berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.

Ia menceritakan bahwa penumpasan pemberontakan itu terjadi di suatu tempat yang berada di pemukiman Tegalsari. Saat itu (1270), di kawasan yang kini disebut Tegalsari, terkenal sebagai "medan pertempuran".

Hipotesa GH Von Faber tentang Surabaya 1275 sebagaimana diceritakan dalam Er Werd Een Stad GeborenHipotesa G.H. Von Faber tentang Surabaya (1275) sebagaimana diceritakan dalam “Er Werd Een Stad Geboren…”.

Mereka adalah para jawara dan orang orang kuat. Atas peran mereka inilah, Raja Kertanegara membuatkan tempat yang layak, yang dinamakan Surabaya.

Surabaya terletak di utara Glagah Arum atau kampung Pandean - Peneleh. Tempatnya strategis, dikelilingi oleh sungai dan kanal. Ilustrasi ini mirip dengan deskripsi prasasti Kamalagyan (1037) dan prasasti Trowulan (1358).

Apalagi, Surabaya pada 1275 telah ditata sedemikian rupa sehingga ada pengelompokan status golongan, sosial, budaya dan profesi.

Peta di atas menggambarkan sebuah tatanan permukiman yang mengagumkan. Wilayahnya berbentuk persegi empat, dikelilingi oleh air, baik berupa sungai alami: Kalimas di sisi barat dan Pegirian di batas timur, maupun sungai buatan atau saluran penghubung (verbindingsgracht) yang menjadi batas utara dan selatan.

Apalagi pada sisi barat wilayah dibangun sebuah dermaga (marina), yang terkoneksi dengan Kalimas. Kalimas memiliki ukuran yang lebih lebar dibandingkan dengan Kali Pegirian dan memiliki akses ke laut serta ke pedalaman. (Sumber: "Er Werd Een Stad Geboren")

Penulis : Nanang Purwono (Begandring Soerabaia)

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Jun 2020 15:56 WIB

Hari Lahir Bung Karno, PDIP Surabaya Gelar Doa dan Aksi Sosial

Surabaya

Awi mengatakan, spirit gotong royong bung Karno ilhami penyelesaian pandem.

06 Jun 2020 15:35 WIB

Permudah Akses, Lumbung Pangan Jatim Bisa Layani COD

Surabaya

Sistem COD ini melalui WA dan dikirim tanpa tambahan ongkos kirim

06 Jun 2020 15:30 WIB

Haji Batal, Kemenag Tepis Fitnah Soal Setoran Jemaah

Nasional

Jemaah haji bisa mengambil kembali setoran haji mereka.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...