Getir, Orang-orang Kalah yang Marah

08 Jun 2019 07:06 Cethe Gus Staquf

oleh: KH Yahya Cholil Staquf

Narasi kekalahan bagi yang merasa dirinya seharusnya berkuasa --tapi kok ya kalah-- bisa terasa luar biasa getir sehingga menuduh seluruh dunia telah berkhianat secara licik dan melalui cara pengecut merampas kekuasaan yang didaku haknya.

Alangkah pedihnya menyaksikan haknya yang suci atas kekuasaan diinjak-injak oleh musuh, yaitu seluruh dunia ini. Maka menjadi kewajiban suci pula perjuangan menghancurkan seluruh dunia, bahkan dengan mengorbankan diri asalkan bisa mengurangi jumlah musuh licik yang berkesempatan menikmati kelicikan yang dimenangkannya.

Itu yang dirasakan oleh entah siapa di Sukoharjo, pada malam Lebaran belum lama ini, juga Anders Breivik yang membunuhi remaja-remaja yang sedang berkemah di Buskerud, Brenton Tarrant yang menembaki masjid di Christchurch, Robert Bowers yang menembaki sinagog di Pittsburgh dan John Earnest di California Selatan, para pengebom dan pembantai di Brussels, Paris, Nairobi, Sinai, Colombo, Mumbai, Rakhine, Jakarta... entah mana lagi.

Orang-orang kalah yang marah dan putus asa. (adi)

"Itu yang dirasakan oleh entah siapa di Sukoharjo, pada malam Lebaran belum lama ini, juga Anders Breivik yang membunuhi remaja-remaja yang sedang berkemah di Buskerud, Brenton Tarrant yang menembaki masjid di Christchurch, Robert Bowers yang menembaki sinagog di Pittsburgh dan John Earnest di California Selatan, para pengebom dan pembantai di Brussels, Paris, Nairobi, Sinai, Colombo, Mumbai, Rakhine, Jakarta... entah mana lagi."
Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini