Ngopibareng.id saat mencoba ojol social distancing. (Foto: Rizqi Mutqiyyah/Ngopibareng.id)

Gerobak Ojol Social Distancing Hibur Warga Surabaya

Feature 01 April 2020 18:55 WIB

Banyak cara yang diciptakan warga sebagai hiburan di tengah pandemi corona atau Covid-19. Tengok saja ojol viral yang satu ini. Namanya, ojol atau gerobak social distancing.

Driver ojol benar-benar menerapkan social distancing saat membonceng penumpangnya. Jarak mereka sekitar dua meter. Video ini viral usai diunggah akun Instagram @Anisbillymakeup27 dan @aslisuroboyo. 

Ngopibareng.id pun tergelitik untuk naik ojol social distancing tersebut. Setelah ditelusuri, sopir ojol itu ada di SDN Baratajata. Dia sehari-hari sebagai petugas kebersihan sekolah tersebut.

Rabu pagi, 1 April 2020, suasana sekolah dasar itu sepi. Seperti diketahui, para pelajar hingga mahasiswa diliburkan terkait social distancing dan physical distancing wabah corona.

Pos satpam juga tampak sepi. Namun, ada beberapa guru yang tengah bertugas hari itu. Di sudut lain terlihat seorang laki-laki menganyam jala untuk menangkap ikan.

Tak lama kemudian Sutari muncul. Menurutnya, ide kreatif membuat ojol social distancing itu dari obrolan iseng antara guru dengan petugas kebersihan dan keamanan.

Yudi, salah satu guru kelas 4 SD, iseng mendiskusikan aturan social distancing yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pada Sabtu, 28 Maret 2020 lalu. 

Guru berbaju batik tersebut mengkhawatirkan keselamatan driver ojol. Tiba-tiba Sutari punya ide membuat gerobak untuk tempat duduk penumpangnya. Obrolah ini berlangsung pada Senin, 30 Maret 2020, atau dua hari sebelumnya sekolah diliburkan karena pandemi corona.

“Ini kan ada social distancing, driver ojolnya gimana padahal mereka harus di garda depan. Kasihan penumpangnya. Pas ngobrol, eh Pak Sutari nyeletuk. Dia ada ide buat gerobak,” kata Yudi ditemani Sutari, Pratmanto dan Ferry yang duduk lesehan di depan kelas.

Ide spontan itu langsung dieksekusi. Bahannya dari sisa barang bekas. Tak butuh biaya sepeserpun. Materialnya antara lain tangga kayu yang sudah tidak terpakai, ban bekas  gerobak sampah dan kursi bekas. Gerobak berjarak sekitar dua meter dari sepeda motor.

Sutari sendiri yang membuat gerobak itu. Prosesnya memakan waktu dua jam, dari pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB. Pria ini bekerja sebagai petugas kebersihan sejak tahun 1998.

Pembuat gerobak social distancing Pratmanto kiri bertopi Ferry berbaju oranye Sutari naik gerobak dan Yudi kanan Foto Rizqi MutqiyyahNgopibarengidPembuat gerobak social distancing, Pratmanto (kiri bertopi), Ferry (berbaju oranye), Sutari (naik gerobak), dan Yudi (kanan) (Foto: Rizqi Mutqiyyah/Ngopibareng.id)

Hiburan di Tengah Pandemi Corona

Sutari menyebut ojol social distancing ini sebagai hiburan di tengah pandemi corona. “Iya buat guyonan saja biar warga nggak ngeri. Ini pemberitaan di mana-mana tentang corona,” aku Tari.

Yudi, yang berada di sampingnya menambahkan, niatnya hanya untuk hiburan dan konsumsi warga Baratajaya saja. "Tujuannya agar warga tidak panik karena banyaknya pemberitaan tentang corona," sahut dia.

Uji coba ojol social distancing ini dilakukan pada Senin, 30 Maret lalu usai salat dhuhur. Driver melewati rute Jalan Baratajaya, Bratang Jaya dan balik lagi ke Baratajaya. Sepeda motor yang digunakan menarik gerobak adalah Suzuki RC 100.

Atribut jaket dan helm ojol milik Pratmanto. Sebelum operasi hernia, dia dulunya driver ojol. Setelah itu dia berhenti narik.

Saling bercengkerama Yudi kiri Sutari samping kanan Yudi Pratmanto bertopi dan Ferry berbaju oranye Foto Rizqi MutqiyyahNgopibarengidSaling bercengkerama Yudi (kiri), Sutari (samping kanan Yudi), Pratmanto (bertopi) dan Ferry (berbaju oranye). (Foto: Rizqi Mutqiyyah/Ngopibareng.id)

Sensasi Naik Ojol Social Distancing

Standar kemanan ojol unik ini masih dipertanyakan. Terlebih, gerobak dibuat tidak terlalu bagus agar tidak terkesan serius. Namun, Pratmanto mencoba meyakinkan itu hanya untuk bercanda. "Takut ditilang juga sih, tapi kita bercanda ini," tuturnya.

Penumpang pertama yang menjajal gerobak ini adalah Pratmanto. Aksinya tersebut direkam oleh Ferry, petugas keamanan SD yang dibonceng anak Sutari. Kala itu, Yudi tak ikut naik motor karena sedang salat.

Setelah Pratmanto, tiba giliran Yudi. Dia penasaran dan ingin merasakan sensasinya. Sambil mengenakan helm, dia sengaja membawa pecut layaknya orang tengah naik andhong kuda.

Selama perjalanan, Yudi menutup rapat helm yang diapakainya. Dia mengaku malu karena profesinya sebagai guru. Namun demi alasan menghibur, dia pun membuang rasa malu itu. 

“Saya tutup helm rapat-rapat sejak naik sampai turun. Saya malu sebagai guru. Tapi buat hiburan nggak papa. Pas turun saya sadar kok kaya orang gila,” kenangnya sambil tertawa.

Di sisi lain, guru yang terkenal humoris itu pun sempat was-was takut karet bannya lepas. Beruntung, dia selamat sampai di tempat tujuan.

Ngopibareng.id pun tak mau ketinggalan untuk merasakan sensasi naik ojol social distancing. Rute yang ditempuh ialah Jalan Bratang hingga Taman Nginden Intan.

Tak ada sabuk pengaman, jelas membuat penumpang diliputi ketakutan. Namun menikmati serunya jadi penumpang ojol unik ini menghilangkan rasa takut. Selama perjalanan, rasa geli terus menggelitik.

Tidak Menyangka Jadi Viral

Pratmanto membagikan videonya di status WhatsApp milik sang istri. Ternyata video tersebut menarik perhatian Anis, salah satu wali murid yang juga teman sang isteri. Anis lalu meminta video tersebut dan mengunggahnya di Instagram. Dia juga menandai akun @aslisuroboyo, pada Selasa 31 Maret 2020.

Unggahan itu viral. Video tersebut mendapatkan 283.706 viewer dan 2.814 komentar. Sutari dkk tak menyangka mendapatkan respon positif dari warga Kota Pahlawan.

Sebaliknya, Yudi sempat panik saat mengetahui videonya viral. Dia sempat marah dengan Pratmanto. "Takut nama instansi akan ikut terbawa. Ini kan guyonan. Saya sempat marah-marah, takutnya instansi terbawa. Tapi kalau ada yang menanyakan, saya menjawab apa adanya. Intinya untuk menghibur,” jelasnya

Selain untuk menghibur, mungkin gerobak juga bisa dijadikan acuan ojol. Ada model social distancing seperti ini, bentuknya mirip kereta China.

“Ya mungkin ini bisa jadi acuan ojol kalau ada model social distancing seperti ini. Ini kan kaya kereta China,” tutupnya.

Penulis : M. Rizqi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 May 2020 13:45 WIB

Ketua IPW: Polisi Harus Bebaskan Ruslan Buton

Hukum

Ketua Presidium Indonesia Police Watch minta polisi bebaskan Ruslan Buton.

31 May 2020 12:20 WIB

Karena Covid-19, Tak Ada Kemeriahan di Hari Jadi Surabaya

Surabaya

Mengganti beberapa agenda tahunan dengan menyapa secara virtual

31 May 2020 12:11 WIB

Anti Gagal Cara Dapat Token Gratis PLN Juni Melalui www.pln.co.id

Nasional

PLN kembali meluncurkan program token gratis untuk periode Juni

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...