Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria. (Foto: Ant)

Gerindra Minta Maaf Kepada SBY

Politik 04 June 2019 18:00 WIB

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengatakan partai Gerindra meminta maaf kepada SBY dan keluarga jika kurang berkenan atas pernyataan Prabowo Subianto tentang pilihan politik Almarhumah Ani Yudhoyono.

Kata Riza, tidak ada maksud buruk dari pernyataan Prabowo Subianto, yang menyinggung pilihan politik istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono pada pilpres.

"Kalau itu memang dianggap kurang pas, kita mohon maaf. Tapi itu juga kan di satu sisi menunjukkan Pak Prabowo ini memang orang yang apa adanya. Dia ini bukan politikus. Dia orang yang apa adanya, negarawan," katanya, kepada wartawan, Selasa, 4 Juli 2019.

Riza menambahkan, Prabowo memang orang yang polos dan apa adanya. Menurut dia, kala itu eks Danjen Kopassus tersebut hanya ingin menunjukkan kedekatannya dengan Ani Yudhoyono.

"Mungkin di situ terlintas Pak Prabowo ingin menyampaikan bahwa kedekatan antara Pak Prabowo dan keluarga, Bu Ani, Pak SBY. Ingin menyampaikan bahwa beliau baik sama Pak Prabowo, baik sama yang lain. Gitu, kan," katanya

Di samping, kata Riza, Pak Prabowo ingin menunjukkan bahwa Bu Ani orang yang hebat, luar biasa, istri prajurit yang baik. "Kita tahu Bu Ani itu kan memang orang yang luar biasa, aktivitasnya selama 10 tahun mendampingi Pak SBY banyak sekali prestasinya," katanya.

Riza berharap persoalan ini tak lagi diperpanjang. Apalagi SBY sendiri melalui elite Partai Demokrat telah menyampaikan agar persoalan ini tak perlu lagi dibahas.

"Nggak ada maksud apa-apa dari Pak Prabowo menyinggung pilihan politik Ibu Ani. Itu hanya terlintas saja. Ya itulah kalau kita ingin membedakan politisi dengan yang bukan politisi. Pak Prabowo itu negarawan, patriotik, nasionalis, dan polos apa adanya, jadi terlintas disampaikan," kata Riza.

Sebelumnya, SBY merasa kecewa terhadap Prabowo dalam pernyataannya yang menyinggung pilihan politik Ani Yudhoyono pada Pilpres tahun 2014 dan 2019. SBY memperlihatkan perubahan gestur saat mendengarkan pernyataan Prabowo usai bertakziah di kediaman SBY, Senin, 3 Juni 2019. SBY yang semula memainkan jari langsung berubah bersedekap.

Elite Demokrat kemudian ramai-ramai menjelaskan bahwa saat itu sang ketum memang merasa tidak nyaman atas pernyataan Prabowo. Namun mereka mengungkapkan SBY sendiri sudah memaafkan pernyataan capres yang diusungnya pada Pilpres 2019 itu. (wit/ant)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 May 2020 13:05 WIB

DPRD Jatim Nilai Ada Tekanan Kuat Pengusaha Terkait New Normal

Jawa Timur

New normal berarti menghadapi situasi yang tidak normal.

24 May 2020 16:32 WIB

Idul Fitri, Prabowo Beri Hormat pada Tenaga Medis

Nasional

Prabowo memberi hormat pada tenaga medis melawan COVID-19.

11 May 2020 15:30 WIB

PSBB Jilid II, DPRD Surabaya Usulkan Bentuk Posko di Kecamatan

Surabaya

Agar memudahkan sosialisasi penerapan PSBB di setiap wilayah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...