Foto KH Maimoen Zubair saat dipajang di salah satu Gereja Katolik di Mojokerto. (Foto: Istimewa/[email protected])

Pemuda Lintas Agama Gelar Do'a Bersama untuk KH Maimoen Zubair

Jawa Timur 07 August 2019 01:55 WIB

Kepergian KH Maimoen Zubair membuat seluruh umat beragama di Indonesia merasa kehilangan. Ini ditunjukkan dengan beredarnya foto Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut di tempat ibadah Vihara dan Gereja.

Salah satu Gereja Katolik di Mojokerto, Jawa Timur memajang foto Almarhum KH Maimoen Zubair. Dalam foto tersebut nampak foto Almarhum yang akrab disapa Mbah Moen ini berada di belakang lilin sejajar dengan background salib di sudut ruangan.

Dikutip dari Instagram @NahdlatulUlama, yang menuliskan ‘Teladan Mbah Maimoen sebagai ulama yang mengayomi seluruh lintas masyarakat agama. Gereja Katolik Mojokerto turut menggelar doa kepergian Mbah Maimoen.

Namun tim Ngopibareng.id belum menemukan secara detail lokasi dimana gereja katolik tersebut berada.

Gusdurian Mojokerto bersama pemuda lintas agama berkumpul di Maha Vihara Majapahit Mojokerto Foto IstTwitterasaAgs86Gusdurian Mojokerto bersama pemuda lintas agama berkumpul di Maha Vihara Majapahit, Mojokerto. (Foto: Ist/[email protected])

Sementara di media sosial Twitter, dikutip dari akun @asaAgs86, Gusdurian Mojokerto bersama puluhan pemuda lintas melakukan doa bersama untuk Mbah Maimoen di Maha Vihara Majapahit, Mojokerto, Selasa 6 Agustus siang.

Puluhan pemuda lintas agama tersebut diketahui berasal dari Komunitas Pecinta pemikiran Gus Dur (Gusdurian) Mojokerto, Pemuda Kristen, Budha dan pemuda Nahdlatul Ulama.

Acara tersebut kemudian berlanjut dengan doa bersama di Gereja Paroki Santo Yoseph Kota Mojokerto pada malam hari.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, KH Maimoen Zubair wafat di Makkah, Arab Saudi pada Selasa 6 Agustus 2019 pukul 04.17 WIB. Jenazah kyai karismatik ini dimakamkan di pemakaman Al Ma’la, Makkah pada pukul 12.45 waktu Arab Saudi.

Jenazah Mbah Moen dikuburkan dengan iringan tahlil dari jemaah pengantar. Suasana pemakaman itu terasa syahdu. Makamnya berdekatan dengan makam gurunya, Sayid Alawi Al-Maliki al-Hasani dan makam istri Rasulullah SAW, Sayyidah Khadijah.

Sebelumnya, jenazah Mbah Moen dimandikan di kompleks Masjid Al-Muhajirin. Kemudian, bakda zuhur disalatkan di Masjidil Haram.

Mbah Moen meninggal di usianya ke-90. Dia lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928. Dirinya merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan didapuk sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan. (faq)

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 15:28 WIB

Mahasiswa UB Ciptakan Pembalut Luka dari Sarang Laba-Laba

Pojok Unibraw

Dapat menyembuhkan luka lebih cepat.

15 Sep 2020 19:45 WIB

KPK Sita Aset Berkaitan dengan Mantan Bupati Mojokerto

Korupsi

Aset tanah dan bagunan senilai Rp3 miliar.

05 Sep 2020 02:44 WIB

Agar Murah Rezeki dalam Rumah, Ijazah Wirid Kiai Maimoen Zubair

Islam Sehari-hari

Keutamaan Surat Al-Ikhlas ketika masuk rumah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...