Aksi massa pada reuni 212, Minggu (2/12). Foto: antara

Geram, Prabowo Omeli Wartawan tak Meliput Reuni 212

Politik 05 December 2018 14:40 WIB
"Hampir semua media tidak meliput sebelas juta lebih orang berkumpul," kata Prabowo Subianto.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melampiaskan kekesalannya pada sejumlah media di Indonesia yang menurut dia tidak objektif dan independen saat meliput reuni 212 di Monumen Nasional pada Minggu 2 Desember 2018 lalu.

Menurut Prabowo, sangat janggal tidak banyak media yang meliput aksi jutaan orang yang berkumpul di Monas. "Hampir semua media tidak meliput sebelas juta lebih orang berkumpul," ujar Prabowo ketika memberikan pidato pada peringatan Hari Disabilitas Internasional ke 26 di Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.

Menurut Prabowo, media-media besar nasional ternyata tidak tertarik untuk memberitakan kegiatan reuni 212 tersebut.

"Ada manusia berkumpul sebanyak itu tanpa dibiayai siapapun. Media-media yang mengatakan dirinya objektif, bertanggung jawab membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab menjadi bagian dari memanipulasi demokrasi," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, setiap hari dirinya berlangganan lima hingga delapan media. Namun dari media yang dia baca ternyata hanya sedikit yang menuliskan laporan tentang aksi reuni 212.

"Saya pengen melihat. Bohong apa lagi nih, bohong apa lagi nih. Dan puncaknya ahad kemarin," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menuding media selama ini hanya menunggu kesalahannya. "Ada media di sini? Saya khawatir wartawan ke sini hanya menunggu saya salah bicara. Karena Prabowo kalau bicara enggak pakai teks," ujarnya.

Sementara itu, usai memberikan sambutan, Prabowo terus mengomel. Bahkan usai acara, Prabowo juga enggan diwawancarai media. "Kamu dari mana? TV mana? Untuk apa wawancara saya?," kata Prabowo sambil menghindar menuju kendaraanya. (man)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Apr 2020 03:34 WIB

AJI Protes Rencana Bantuan Non Tunai untuk Wartawan Malang

Jawa Timur

Pemberian bantuan berpotensi melanggar kode etik.

03 Apr 2020 14:45 WIB

Media Nasional VIVA Belum Bayar Gaji Karyawan

Nasional

Gaji karyawan media nasional Viva Network ditunda.

02 Apr 2020 23:24 WIB

AS Tuding China Hilangkan 3 Jurnalis Usai Ungkap Dampak Corona

Internasional

AS meminta China menyelidiki misteri hilangnya tiga jurnalis tersebut.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.