Tim Polres Magelang melakukan penggalian untuk menemukan lebih banyak janin. (foto:polresmagelang.com)

Gendheng. Sebanyak 20 Janin Dalam Tas Kresek Ditemukan di Rumah Dukun Bayi

Kriminalitas 20 June 2018 11:04 WIB

Gendheng. Terlalu. Hanya kata-kata semacam itu yang bisa diucapkan, setelah melihat apa yang ditemukan polisi di rumah dukun bayi bernama Yamini, yang rumahnya berada di Dusun Wonokerso Desa Ngargoretno, Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kepolisian Resor Magelang bersama Tim Forensik Dokpol Dikkes Polda Jateng hari Selasa 19 Juni kemarin menemukan 20 kantong tas kresek yang berisi janin yang diduga korban aborsi, yang sudah dikubur di halaman belakang rumah Yamini.

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo di Magelang mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat bahwa dukun bayi tersebut diduga melakukan praktik aborsi.
 
Ia menuturkan setelah pihaknya melakukan penyelidikan ternyata memang betul dan petugas menangkap pelaku dan barang bukti.
 
Selain menangkap Yamini, polisi juga mengamankan pasangan suami istri siri yang meminta tolong jasa aborsi.
 
Yamini mengaku telah melakukan praktik aborsi ilegal tersebut sejak 25 tahun lalu. Praktik aborsi dilakukan dengan cara pijat tradisional.
 

Tim Forensik  Polda Jawa Tengah dan Polres Magelang melakukan pemeriksaan terhadap janinjanin yang ditemukan foto detikcomTim Forensik Polda Jawa Tengah dan Polres Magelang melakukan pemeriksaan terhadap janin-janin yang ditemukan. (foto: detik.com)

Tim Forensik Dokpol Dikkes Polda Jawa Tengah dan petugas Inafis Polres Magelang melakukan pembongkaran halaman belakang rumah tersangka yang diakui sebagai tempat mengubur janin bayi hasil aborsi.
 
"Hasil penggalian kuburan yang dilakukan di halaman belakang rumah pelaku, didapatkan sekitar 20 kantong jenazah janin. Namun, kami belum bisa memastikan berapa jumlah bayi yang dikubur," kata Hari.
 
Ia menyebutkan dari hasil pengakuan tersangka, ada sebanyak 8 bayi yang telah diaborsi. Namun, dari hasil penelitian dan pencarian hingga Selasa malam, ada sebanyak 20 kantong yang ditemukan.
 
"Diduga jumlah bayi yang diaborsi lebih dari delapan karena setiap satu kantong plastik berisi satu orok," katanya.
 
Dokter Subud Dokpol Dikkes Polda Jateng AKBP Ratna Relawati mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah keseluruhan hasil aborsi yang dilakukan Yamini. Dari 20 kantong yang ditemukan, delapan di antaranya telah diteliti dan dirangkai tulang belulangnya.
 
Ia menuturkan ada yang sudah hancur dan tulangnya rapuh. Diperkirakan usia kandungan bervariasi saat diaborsi, mulai dari umur tiga bulan hingga sembilan bulan.
 
Atas perbuatannya, Yamini terancam dijerat Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta.
 
Kemudian ibu korban aborsi dijerat Pasal 80 ayat 4 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp3 miliar. (ar/ma)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 22:30 WIB

Ketipu, Mbak Ida yang Naik Motor Pamer CD Ternyata Pria

Human Interest

Fakta baru soal Mbak Ida yang naik motor pamer CD diungkap Polres Magelang.

16 Sep 2020 19:10 WIB

Duh, Mbak Ida Naik Motor Pamer Celana Dalam

Human Interest

Mbak Ida naik motor sambil pamer celana dalam.

06 Sep 2020 19:45 WIB

30 Taruna Akmil TNI AD Magelang Positif Corona

Nasional

30 taruna Akmil TNI AD Magelang positif corona isolasi di RS Soedjono.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...