Gempa Situbondo Akibatkan 246 Rumah di Pulau Sapudi Rusak

11 Oct 2018 18:25 Jawa Timur

Gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Jawa Timur, Kamis, 11 Oktober 2018 dinihari mengakibatkan 246 unit rumah warga di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep mengalami rusak.

Dari hasil peninjauan Gubernur Jawa Timur Soekarwo didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Kamis 11 Oktober 2018 menyebut 30 mengalami rusak berat, 80 unit rusak sedang dan 100 lebih unit rusak ringan.

"Rumah yang rusak akibat gempa tadi pagi itu berada di kecamatan Gayam sebanyak 210 dan 36 unit di kecamatan Nung Gunung," kata Soekarwo.

Sebagai upaya penanganan, saat ini seluruh tim baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polda Jatim dan TNI telah bergerak ke lokasi. Selain melakukan pendataan, mereka juga mendirikan tenda darurat untuk penanganan para korban dan tempat tinggal sementara.

"Kami juga sudah membentuk tim penanganan yang sewaktu-waktu bisa bertindak ketika ada bencana susulan datang. Tim ini penting, sebab tidak ada ilmu mana pun yang tahu, kapan gempa akan terjadi," kata Soekarwo.

Sementara itu sekitar 26 orang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang diguncang gempa di Situbondo dini hari tadi. Masing-masing 4 orang luka berat, 3 luka sedang dan 19 luka ringan. Mereka mengalami luka akibat tertimba reruntuhan bangunan.

"Korban yang luka saat ini sedang ditangani tim kesehatan dari BPBD Jatim dan relawan yang kita kirim sejak tadi pagi," katanya.

Sementara jumlah rumah yang rusak dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur mencapai 246 unit. Rinciannya, 210 rumah di Kecamatan Gayam dan 36 unit di Kecamatan Nung Gunung.

"Ada 30 rumah yang mengalami rusak berat. Rusak sedang 80 unit, dan 100 rusak ringan. Kami sudah sosialisasikan kepada para korban bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur akan membangun kembali rumah korban kemba yang rusak,” kata Soekarwo.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menambahkan, pihaknya juga sudah menerjunkan 50 personel untuk pengamanan. Masing-masing terdiri atas satu peleton anggota Brimob dan Sabhara. "Selain itu ada dua dokter dan tim medis," ujarnya. (wit/ant)