Beresi Data Pemilih Rutan dan Lapas, KPU Lakukan Ini

24 Jan 2019 22:21 Politik

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menggelar rapat koordinasi (rakor) pendataan pemilih di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) dalam Pemilu 2019. Rakor ini digelar di Kantor KPU Kota Malang, Kamis 24 Januari 2019.

Dalam rakor tersebut diketahui masih terdapat sebanyak 3.119 warga binaan lapas di Malang yang belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP). Ribuan warga binaan tersebut berasal dari Lapas Klas I Malang dan Lapas Wanita Klas II A Malang.

Komisioner KPU Kota Malang Divisi Perencanaan Dan Data, Deny Rachmat Bachtiar mengatakan, jumlah total warga binaan di Malang sebanyak 3.622 orang. Sementara yang sudah melakukan perekaman e-KTP baru 503 orang.

Ribuan warga binaan tersebut belum melakukan perekaman lantaran adanya beberapa kendala yang dialami terkait pelayanan di lapas. Salah satunya napi yang tidak memiliki e-KTP maupun belum ber e-KTP.

"Ada yang sudah ber e-KTP tapi belum masuk DPT (daftar pemilih tetap)," katanya usai rapat.

Selain itu, Deny menambahkan ternyata juga terdapat warga binaan dari luar Malang Raya yang belum melakukan perekaman. Termasuk yang warga binaan pindahan.

"Perpindahan, sudah didata ternyata harus pindah atau kemasukan dari lapas lain. Sehingga data yang belum rekam akhirnya nambah lagi. Misal ada kiriman dari Pamekasan 10 orang, PR lagi (untuk KPU)," jelasnya.

Oleh karena itu, KPU Kota Malang dalam waktu dekat bakal melakukan perekaman terhadap warga binaan tersebut. Perekaman dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) se-Malang Raya.

"Dispenduk Malang Raya siap lakukan perekaman maupun cek geometrik. Mereka (warga binaan) siap di handle oleh Dispenduk Malang Raya," kata dia.

Selanjutnya, setelah dilakukan perekaman dan geometrik, KPU Kota Malang akan mengkroscek data warga binaan. Apakah sudah masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) di kota asalnya atau belum.

"Warga binaan yang masuk DPT akan diberikan A5 atau form pindah pilih," tuturnya. (umr)

Reporter/Penulis : Umar Alfa
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini